KALTIMPOST.ID, BONTANG - Kelurahan Loktuan gencar mendorong seluruh RT untuk melaksanakan kerja bakti dan menjaga kebersihan lingkungan. Tujuannya mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD).
Hal ini disampaikan langsung oleh Lurah Loktuan Deden Supriyadi, menyusul adanya kasus kematian akibat DBD di wilayahnya pada awal bulan ini.
Menurutnya, kasus kematian tersebut terjadi pada tanggal 4 September dan menjadi perhatian serius bagi kelurahan. “Kami sudah sering menyampaikan pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tingkat warga,” kata Supriyadi.
Ia menambahkan, cuaca yang tidak menentu antara hujan dan panas saat ini meningkatkan potensi berkembangnya nyamuk penyebar DBD. Dorongan ini selaras dengan program Pemkot Bontang terkait lingkungan yakni Jumat Bersih.
“Setiap RT telah diarahkan untuk melaksanakan kegiatan bersih lingkungan, bukan hanya Jumat, tetapi juga di hari-hari lain yang disepakati warga,” ucapnya.
Terkait penanganan kasus positif DBD, Deden menyampaikan koordinasi aktif dengan Puskesmas Bontang Utara 2 telah dilakukan. Termasuk pengasapan di wilayah yang terkonfirmasi. “Begitu ada kasus positif atau bahkan meninggal, Puskesmas langsung melakukan penanganan termasuk fogging,” tutur dia.
Ia juga mengungkapkan bahwa titik-titik rawan DBD di Kelurahan Loktuan umumnya berada di kawasan padat penduduk seperti RT 13, 26, 27, serta RT 30 dan 31. “Lingkungan yang tidak bersih tentu memiliki potensi besar berkembangnya nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD,” jelasnya.
Dengan upaya bersama antara kelurahan dan warga, Deden berharap penyebaran DBD dapat ditekan dan warga tetap menjaga kebersihan lingkungan secara rutin. “Kunci utama adalah kesadaran warga untuk terus menjaga lingkungan tetap bersih,” tutupnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo