Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kasus Terkonfirmasi Positif DBD di Kota Bontang Terus Melonjak

Adhiel kundhara • Minggu, 28 September 2025 | 18:09 WIB

Fogging menjadi salah satu bentuk penanganan penyebaran nyamuk aedes aegypti setelah lokasi dilakukan penyelidikan epidemiologi. (ADIEL KUNDHARA/KP)
Fogging menjadi salah satu bentuk penanganan penyebaran nyamuk aedes aegypti setelah lokasi dilakukan penyelidikan epidemiologi. (ADIEL KUNDHARA/KP)

KALTIMPOST.ID, Kota Bontang mencatatkan ada penambahan kasus terkonfirmasi positif demam berdarah dengue (DBD) dari pertengahan bulan. Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Bachtiar Mabe mengatakan sejak 14 September hingga saat ini ada 13 kasus terkonfirmasi positif DBD baru.

“Terbanyak di Loktuan dengan empat kasus,” kata Mabe. Disusul Tanjung Laut yakni tiga kasus. Tanjung Laut Indah terekam ada dua kasus baru. Kemudian Satimpo, Gunung Telihan, Berebas Tengah, dan Berbas Pantai masing-masing satu kasus.

“Sejak januari hingga saat ini sudah ada 166 kasus positif DBD,” ucapnya. Ia menegaskan jumlah ini sangat rendah dengan capaian tahun lalu. Pasalnya pada Januari hingga Agustus 2024 jumlah kasus mencapai 405. Diskes meminta warga tetap memperhatikan kondisi lingkungan. Pasalnya belakangan ini Bontang kerap diguyur hujan.

Baca Juga: Dikeluhkan Warga, Wawali Bontang Perintahkan Kontraktor Pembangunan Parkir RS Tipe D Buat Saluran Pembuangan

“Tempat yang menjadi perkembangbiakkan nyamuk harus segera dibersihkan. Masih lakukan gerakan 3M plus,” tutur dia. Selain itu, warga juga diminta untuk menutup tempat penampungan air, menaruhkan bubuk abate di bak mandi, hingga memperhatikan tempat penampungan air. Meliputi vas bunga, tatakan dispenser, hingga drum.

Pasalnya untuk fogging hanya dapat membunuh nyamuk dewasa. Sementara melalui gerakan 3M ini bisa memberantas hingga sumber permasalahan. Utamanya di kawasan yang kerap ada penampungan air. Mengenai area yang terjadi kasus terkonfirmasi positif DBD, pihak puskesmas langsung melakukan fogging fokus. Tentunya setelah dilakukan penyelidikan epidemiologi.

Diketahui Bontang merupakan salah satu yang dijadikan pilot project Wolbachia. Namun Diskes hingga kini masih menunggu hasil perhitungan dari Balai Vector dan Universitas Gajah Mada. Sebelumnya sudah ada dua kasus kematian di Bontang akibat gigitan nyamuk aedes Aegypti. Warga yang meninggal dunia tersebut berdomisili di Kelurahan Kanaan dan Loktuan. (*)

Editor : Muhammad Rizki
#bontang #Demam Berdarah (DBD)