KALTIMPOST.ID, BONTANG - Kelurahan Belimbing bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang terus mempercepat pekerjaan normalisasi aliran sungai dan folder penampungan air di kawasan BTN, RT 39 Kelurahan Belimbing.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi banjir yang sempat melanda kawasan Pasar Gajah dan sekitarnya pada pertengahan September lalu.
Lurah Belimbing Dwi Andriyani mengatakan pekerjaan tersebut merupakan bagian dari program normalisasi sungai yang mengalir dari wilayah atas, yakni sekitar Danau Tampung. Hingga ke kawasan BTN dan Perum Bukit Sekatup Damai (BSD).
“Aliran sungai ini sumbernya dari Danau Tampung di wilayah PC. Mengalir melewati Kasih Lagun, samping Pasar Gajah, hingga bermuara di folder BTN di RT 39. Dari situ air menyeberang menuju arah BSD,” kata Dwi.
Menurutnya, banjir yang terjadi beberapa waktu lalu menjadi dasar percepatan kegiatan tersebut. Pasalnya, kondisi aliran air yang menyempit dan banyaknya sedimentasi menyebabkan air meluap saat hujan deras.
“Normalisasi ini penting karena banyak tumbuhan liar dan endapan lumpur yang menutup aliran sungai. Akibatnya, air tidak lancar mengalir dan meluap ke permukiman,” ujarnya.
Pekerjaan normalisasi ini sudah berlangsung selama dua pekan dan masih dikerjakan setiap hari oleh tim Panbers (Pasukan Bersih Sungai) dari Dinas PUPRK. Dwi menyebut, saat ini fokus pengerjaan berada di wilayah hilir sungai yang terhubung ke folder BTN.
“Targetnya dalam waktu seminggu ke depan sudah rampung. Setelah sungai lancar, aliran air dari BTN ke BSD juga akan diperbaiki melalui proyek drainase,” tutur dia.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa rencana pembangunan drainase dan culvert box di RT 39 sudah masuk dalam perencanaan Dinas PUPRK Bontang tahun ini. Proyek fisik diproyeksikan mulai dikerjakan tahun depan jika anggarannya tersedia.
“Perencanaan sudah jalan di Dinas PU, dan kami berharap fisiknya bisa terealisasi tahun depan. Pembuatan culvert box ini penting agar tidak terjadi penyempitan atau bottleneck di aliran sungai,” terangnya.
Sebelumnya, banjir besar melanda wilayah RT 11 Cluster Dahlia, sekitar Pasar Gajah, pada 15 September lalu. Sedikitnya 12 kepala keluarga terdampak. Ketinggian air kala itu mencapai pinggang orang dewasa.
“Luapan air dari danau tampung sangat besar dan mengalir ke sungai di wilayah RT 11. Ditambah jembatan di samping Pasar Gajah yang lebarnya hanya dua meter, sementara aliran sungainya empat meter. Jadi, air tersendat seperti bottleneck,” ungkap Dwi.
Ia berharap, setelah normalisasi dan proyek drainase rampung, kawasan Belimbing terutama di sekitar Pasar Gajah dan BTN tidak lagi mengalami banjir saat hujan deras.
“Kami ingin masalah genangan di wilayah ini bisa teratasi secara permanen. Harapannya, warga bisa merasa aman di musim hujan nanti,” tutupnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo