Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pemkot Bontang Luncurkan Program Subsidi UKT, Wali Kota Neni Sebut Pendidikan Adalah Investasi Masa Depan

Adhiel kundhara • Rabu, 15 Oktober 2025 | 18:23 WIB
SERAHKAN: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni meresmikan program subsidi UKT bagi mahasiswa Bontang.
SERAHKAN: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni meresmikan program subsidi UKT bagi mahasiswa Bontang.

BALIKPAPAN - Pemkot Bontang resmi meluncurkan program bantuan subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa asal Bontang, Selasa (14/10/2025), di Hotel Grand Mutiara. Program ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang periode 2025–2030 melalui program unggulan Bontang Pintar.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan pendidikan bukanlah beban biaya. Melainkan investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.

“Kalau kita bicara pendidikan, itu bukan biaya, tetapi investasi. Investasi inilah yang akan melahirkan generasi muda unggul yang siap membangun Kota Bontang,” kata Neni.

Ia menjelaskan kondisi geografis dan ekonomi Bontang menuntut pemerintah untuk lebih fokus mengembangkan kualitas manusia. “Kota Bontang ini kecil, hanya sekitar 16 ribu hektare, penduduknya 191 ribu jiwa. Kami tidak kaya sumber daya alam, jadi kekuatan kita ada di sumber daya manusianya,” ucapnya.

Meski saat ini daerah tengah menghadapi tekanan fiskal akibat penurunan dana transfer ke daerah (TKD) hingga 65 persen. Neni memastikan bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama Pemkot Bontang.

“Dengan tekanan fiskal yang luar biasa ini, kami tidak menyerah. Pendidikan tetap menjadi prioritas. Mandatory spending 20 persen untuk pendidikan akan kami pastikan tersalurkan dengan benar,” tutur dia.

Menurut Neni, peluncuran program subsidi UKT merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah. Dalam membantu mahasiswa yang terkendala ekonomi agar tetap bisa melanjutkan studi. “Tidak semua orang tua mampu, dan pemerintah harus hadir. Jangan ada anak Bontang yang berhenti kuliah karena tidak mampu membayar UKT,” terangnya.

Ia juga berpesan agar para penerima bantuan dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. “Belajarlah sungguh-sungguh. Kalian bukan hanya sedang menuntut ilmu, tapi sedang memegang amanah besar untuk masa depan Bontang. Jadilah generasi yang jujur, bertanggung jawab, dan berempati,” sebutnya.

Nantinya 2.038 mahasiswa Bontang akan mendapatkan bantuan UKT dari Pemkot. Anggaran yang dikucurkan Rp20 miliar untuk program ini. Program ini mencakup jenjang Pendidikan mulai Diploma 3, Diploma 4, Sarjana, Magister, hingga doktor. Jenis UKT meliputi dalam Daerah, luar Daerah, jarak jauh, kerja sama, dan afirmasi.

Dalam acara peluncuran, hadir pula Staf Ahli Gubernur Kalimantan Timur Bidang SDA, Perekonomian Daerah, dan Kesejahteraan Rakyat Arief Murdiyatno. Ia mengapresiasi langkah Pemkot Bontang yang dianggap visioner dalam memperkuat akses pendidikan tinggi.

“Program subsidi UKT ini bukan akhir, tetapi awal dari transformasi SDM di Kalimantan Timur. Kita ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas akademis, tetapi juga kuat secara moral dan disiplin,” ucap Arief.

Ia menilai program Bontang Pintar dapat menjadi model kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan sektor swasta. “Kita ingin anak-anak Bontang dan Kalimantan Timur tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku utama pembangunan, termasuk dalam menyongsong Ibu Kota Nusantara (IKN),” ujarnya.

Gubernur Kaltim, melalui sambutan tertulisnya, juga menegaskan bahwa keberhasilan program bantuan UKT di Bontang bisa menjadi inspirasi bagi kabupaten/kota lain di provinsi ini. “Langkah kecil seperti bantuan UKT ini adalah wujud nyata keberpihakan kepada rakyat. Ini fondasi penting agar tidak ada satu pun anak Kaltim yang tertinggal karena keterbatasan ekonomi,” tulis Gubernur Rudy Mas’ud.

Editor : Muhammad Ridhuan
#uang kuliah tunggal #Neni Moerniaeni #pemkot bontang #subsidi UKT