KALTIMPOST.ID, BONTANG-Distribusi air bersih di wilayah Guntung dan sekitarnya mengalami gangguan selama sepekan. Hal itu disebabkan adanya proses perbaikan pada Water Treatment Plant (WTP) Guntung 01 milik Perumda Tirta Taman Bontang.
Direktur Utama Perumda Tirta Taman Suramin mengatakan, WTP Guntung 01 dengan kapasitas 10 liter per detik kini tengah menjalani proses pemeliharaan menyeluruh. Langkah tersebut dilakukan karena usia instalasi yang telah mencapai sekitar 20 tahun. Sehingga beberapa komponen mengalami kerusakan.
“WTP itu sudah beroperasi hampir dua dekade. Kami lakukan penggantian nozzle dan media filter karena sudah tidak berfungsi optimal dalam proses penyaringan air,” ungkapnya, Kamis (16/10).
Peremajaan komponen filter penting untuk menjaga kualitas dan kuantitas air yang diproduksi. Dengan kondisi nozzle yang sudah aus, proses filtrasi menjadi tidak maksimal. Bahkan menyebabkan air kerap berwarna keruh.
“Sebelumnya, proses backwash atau pencucian filter cukup dilakukan tiga hari sekali. Tapi karena kondisi filter sudah tidak optimal, harus dilakukan setiap hari. Dampaknya, ada pembuangan air yang meningkat dan memengaruhi kapasitas produksi,” jelasnya.
Akibat kondisi tersebut, produksi air menurun sekitar 10 liter per detik, yang berdampak langsung terhadap distribusi air bersih ke pelanggan di wilayah Guntung dan sekitarnya. Namun, Suramin memastikan proses perbaikan ini bersifat sementara.
“Kami sudah mulai melakukan pekerjaan sejak kemarin. Ditargetkan sekitar 10 hari ke depan, WTP bisa kembali beroperasi normal dengan kinerja optimal,” ujarnya.
Dampak dari perbaikan itu distribusi air bersih akan mengalami gangguan. Mulai mengalir kecil hingga tidak terdistribusi sama sekali. Ia meminta kepada pelanggan untuk menampung air saat beroperasional.
Suramin menambahkan, WTP Guntung memiliki dua unit pengolahan dengan kapasitas berbeda, yakni 10 dan 30 liter per detik. Saat ini, unit dengan kapasitas lebih besar masih beroperasi normal untuk menjaga pasokan air bagi pelanggan.
“WTP kapasitas 30 liter per detik tetap berjalan seperti biasa. Perbaikan bagian dari upaya Perumda Tirta Taman berbenah, agar sistem pengolahan air tetap andal dan efisien,” pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A