KALTIMPOST.ID, BONTANG — Pagi itu, halaman SD 010 Bontang Utara berubah seperti kolam.
Aktivitas belajar tatap muka terpaksa dihentikan dan diganti dengan pembelajaran daring. Air yang meluap dari sungai sekitar sekolah merendam sebagian ruang kelas sejak Kamis (23/10/2025) pagi.
Baca Juga: Air Naik Tengah Malam, Enam Warga Gunung Elai Selamatkan Diri ke Kantor Kelurahan
Kepala SD 010 Bontang Utara, Nurully Kesuma Ningrum, mengatakan tiga ruang kelas terdampak banjir cukup parah.
“Ketinggian air sekitar 30 sentimeter dan sudah masuk ke ruang kelas 3A, 3B, dan 3C,” ujarnya.
Sejak subuh, pihak sekolah bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang memantau situasi di lokasi.
Para guru pun bergotong royong membersihkan lumpur, sementara siswa diarahkan belajar dari rumah.
“Dari pagi Pak Kadis sudah datang memantau langsung. Kami putuskan pembelajaran dilakukan secara daring hari ini,” sambung Nurully.
Ia memastikan tak ada peralatan belajar yang rusak karena telah dipindahkan lebih awal.
Barang-barang penting diselamatkan ke tempat lebih tinggi, mengingat banjir bukan kali pertama melanda sekolah di Jalan Brokoli, Kelurahan Gunung Elai tersebut.
Meski air di halaman mulai surut, akses menuju sekolah masih sulit dilalui. Jalan dan jembatan sekitar masih tergenang air.
"Lebih aman anak-anak belajar dari rumah dulu. Setelah air benar-benar surut, kami akan minta bantuan pemadam kebakaran untuk membersihkan lumpur agar sekolah aman digunakan kembali,” terangnya.
Baca Juga: Kelurahan Guntung Gelar Pelatihan Keterampilan 20 Hari, Target Jadi Pemasok Merchandise Perusahaan
Di tengah kondisi ini, program makan bergizi gratis (MBG) tetap berjalan. Orangtua diminta datang langsung ke sekolah untuk mengambil jatah anaknya.
“MBG tetap jalan, masih ada orang tua yang datang mengambilnya,” tutup Nurully. (*)
Editor : Ery Supriyadi