Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Di Balik Keberhasilan Penanganan Stunting di Bontang, Wali Kota Neni Sebut Ada Peran Utama Kader Posyandu

Adhiel kundhara • Selasa, 4 November 2025 | 17:59 WIB

 

UKUR BALITA: Para kader posyandu mendapat pesan terkait pelaksanaan operasi timbang serentak jilid kedua dari Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni.
UKUR BALITA: Para kader posyandu mendapat pesan terkait pelaksanaan operasi timbang serentak jilid kedua dari Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni.

BONTANG - Pelaksanaan operasi timbang serentak di Bontang untuk jilid kedua dimulai pada 4 November. Dalam sambutannya, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menegaskan peran kader Posyandu sangat penting dalam upaya promotif dan preventif penanganan stunting.

Ia mengingatkan agar kader tidak hanya fokus pada kegiatan timbang balita, tetapi juga melakukan edukasi gizi, perilaku hidup bersih, dan pendampingan keluarga. “Tidak sekadar menimbang, tapi kader Posyandu dan PKK harus aktif memberikan edukasi tentang gizi, ASI eksklusif, dan pola hidup sehat. Ini tanggung jawab kita semua,” ucapnya.

Neni menambahkan, Pemkot Bontang terus memperkuat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menyasar ibu hamil dan balita, serta memastikan seluruh pemeriksaan kehamilan dan imunisasi anak berjalan maksimal.

Program MBG ini investasi jangka panjang. Anak-anak sehat adalah aset pembangunan Bontang,” katanya.

Ia menegaskan pencegahan stunting dimulai sejak masa remaja dan kehamilan. Ibu hamil, kata dia, harus menjaga asupan gizi seimbang, rutin memeriksakan kehamilan, serta menghindari paparan asap rokok.

“Perokok pasif lebih berbahaya, apalagi bagi ibu hamil. Saya imbau para suami agar tidak merokok di dekat istrinya,” pesan Neni.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama, dilanjutkan dengan MPASI bergizi tinggi protein seperti ikan, telur, ayam, dan daging. “ASI eksklusif enam bulan itu wajib, lalu MPASI bergizi setelahnya. Ini penting untuk pertumbuhan otak dan tubuh anak,” ujarnya.

Dalam arahannya, Neni juga menyoroti rendahnya cakupan imunisasi di Bontang yang masih sekitar 60 persen. Ia meminta agar Posyandu, Puskesmas, dan sekolah mengaktifkan kembali layanan imunisasi bagi anak-anak.

“Tolong diaktifkan imunisasi di semua Posyandu dan sekolah. Imunisasi adalah perlindungan dasar bagi anak-anak kita,” tegasnya.

Selain imunisasi, stimulasi tumbuh kembang anak dan sanitasi lingkungan juga menjadi perhatian serius. Menurutnya, anak stunting kerap mengalami keterlambatan perkembangan akibat gangguan pertumbuhan otak.

“Berikan stimulasi sejak dini. Jangan lupa, sanitasi dan perilaku hidup bersih itu kunci. Gunakan jamban sehat, jaga lingkungan, dan hentikan kebiasaan buang air besar sembarangan,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
#asi eksklusif #stunting #kader Posyandu #Neni Moerniaeni #Pola hidup sehat ala Rosul