Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Jurus Jitu Pemkot Bontang Tekan Stunting: Berikan PMT dan Susu Bagi Ibu Hamil

Adhiel kundhara • Jumat, 7 November 2025 | 16:40 WIB
PANTAU: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni melihat pemberian makanan tambahan bagi anak stunting yang dianggarkan melalui APBD Bontang.
PANTAU: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni melihat pemberian makanan tambahan bagi anak stunting yang dianggarkan melalui APBD Bontang.

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Pemkot Bontang melalui Dinas Kesehatan resmi meluncurkan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil yang mengalami masalah gizi.

Program ini menjadi langkah konkret Pemkot dalam upaya menekan angka stunting yang masih menjadi persoalan serius di Kota Taman. Peluncuran berlangsung pada pertengahan Agustus lalu.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Bahtiar Mabe mengungkapkan hasil pendataan sebelumnya menunjukkan 1.219 balita teridentifikasi mengalami stunting. Pemkot pun menganggarkan Rp4 miliar untuk penyaluran PMT ini.

“Data ini hasil pemantauan lapangan dan kegiatan timbang balita yang kami lakukan beberapa waktu lalu. Angka ini menjadi dasar bagi kami untuk menentukan intervensi program gizi, termasuk pelaksanaan PMT,” kata Mabe.

Selain PMT, Diskes juga memberikan susu bagi ibu hamil. Total 65 ibu hamil diberikan bantuan jenis ini. Program ini dalam rangka menyehatkan kondisi janin sehingga asupan gizinya terpenuhi. Terkait berapa persentase yang ditekan dengan adanya program ini, ia belum bisa memastikan.

Wali Kota Neni Moerniaeni menegaskan penurunan angka stunting menjadi prioritas utama Pemkot Bontang. Pemerintah berkomitmen menjalankan berbagai langkah terintegrasi lintas sektor untuk mempercepat penanganannya.

“Langkah pertama yang kami lakukan adalah pengumpulan dan verifikasi data secara akurat. Setelah itu dilakukan operasi timbang, pemberian makanan tambahan, serta pemantauan ketat di lapangan,” ujarnya.

Neni juga menyebutkan hasil evaluasi awal menunjukkan adanya tren positif. “Alhamdulillah, setelah satu bulan berjalan, laporan Dinas Kesehatan menunjukkan 30 persen anak yang sebelumnya stunting kini menunjukkan perkembangan yang lebih baik,” tambahnya.

Melalui peluncuran program PMT, Pemkot Bontang menargetkan penurunan angka stunting secara signifikan dalam waktu dekat.

“Ini bukan hanya tugas Dinas Kesehatan, tapi tugas kita semua. Kami berharap partisipasi aktif masyarakat untuk menyukseskan program ini. Anak-anak adalah masa depan kita, dan mereka berhak tumbuh sehat dan optimal,” pungkasnya. (*)

PMT bagi Anak Stunting di Bontang

Kelurahan Loktuan: 213 balita

Kelurahan Tanjung Laut Indah: 124 balita

Kelurahan Tanjung Laut : 113 balita

Kelurahan Berbas Tengah : 92 balita

Kelurahan Bontang Lestari: 86 balita

Kelurahan Berbas Pantai: 82 balita

Kelurahan Guntung: 65 balita

Kelurahan Bontang Kuala : 45 balita

Kelurahan Gunung Telihan : 99 balita

Kelurahan Api-Api: 77 balita

Kelurahan Bontang Baru: 71 balita

Kelurahan Gunung Elai: 51 balita

Kelurahan Belimbing: 50 balita

Kelurahan Satimpo: 33 balita

Kelurahan Kanaan: 18 balita

 

Penyaluran Susu bagi Ibu Hamil

Kelurahan Loktuan: 4

Kelurahan Tanjung Laut Indah: 6

Kelurahan Tanjung Laut : 5

Kelurahan Berbas Tengah : 4

Kelurahan Bontang Lestari: 3

Kelurahan Berbas Pantai: 3

Kelurahan Guntung: 1

Kelurahan Bontang Kuala : 8

Kelurahan Gunung Telihan : 9

Kelurahan Api-Api: 11

Kelurahan Bontang Baru: 5

Kelurahan Gunung Elai: 2

Kelurahan Belimbing: 2

Kelurahan Satimpo: 1

Kelurahan Kanaan: 1

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#balita #pemberian makanan tambahan #Neni Moerniaeni #ibu hamil #pemkot bontang