Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pemkot Bontang Perpanjang Operasi Timbang, Kader Jemput Bola Evaluasi Tumbuh Kembang Balita

Adhiel kundhara • Minggu, 9 November 2025 | 16:40 WIB
TURUN LANGSUNG: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mendatangi Posyandu Perum PAMA Bontang Lestari pada saat operasi timbang serentak jilid kedua. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP
TURUN LANGSUNG: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mendatangi Posyandu Perum PAMA Bontang Lestari pada saat operasi timbang serentak jilid kedua. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP

KALTIMPOST.ID, BONTANG- Langkah nyata terus diperkuat oleh Pemkot Bontang dalam menekan angka stunting di daerah berjuluk Kota Taman. Setelah sukses melaksanakan Operasi Timbang Jilid II di 15 kelurahan, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni memastikan kegiatan ini akan diperpanjang dengan sistem jemput bola agar seluruh balita dapat terdata dan dievaluasi tumbuh kembangnya secara menyeluruh.

“Ya, dilanjut dan diperpanjang. Kader akan melakukan kunjungan langsung ke rumah-rumah balita yang belum datang ke posyandu,” kata Neni saat dikonfirmasi, Minggu (9/11/2025).

Ia menegaskan, kegiatan lanjutan ini bertujuan agar semua balita di Bontang bisa dievaluasi tumbuh kembangnya. Terutama mereka yang belum sempat mengikuti penimbangan di posyandu. “Kita ingin memastikan tidak ada anak yang terlewat. Semua harus dipantau pertumbuhannya sejak dini,” ucapnya.

Berdasarkan data terakhir Dinas Kesehatan, 11 kelurahan di Bontang berhasil mencapai 100 persen cakupan penimbangan. Meliputi Tanjung Laut, Tanjung Laut Indah, Api-Api, Gunung Elai, Bontang Kuala, Bontang Baru, Loktuan, Guntung, Kanaan, Gunung Telihan, dan Belimbing.

Sementara empat kelurahan lain yakni Bontang Lestari, Berebas Tengah, Berbas Pantai, dan Satimpo belum mencapai 100 persen hingga akhir pelaksanaan operasi timbang serentak jilid kedua. Kelurahan Satimpo capaiannya 95,06 persen. Menjadi daerah dengan cakupan terendah.

Disusul Berbas Pantai 99, Berebas Tengah 99,09, dan Bontang Lestari 99,82. Dinas Kesehatan pun mematok sasaran pada operasi timbang serentak kali ini yakni 9.702 balita. Tetapi yang sudah menjali penimbangan yaitu 9.674 balita. Artinya tersisa 28 balita yang belum diukur.

Sebelumnya, Wali Kota Neni Moerniaeni meninjau langsung kegiatan tersebut di Posyandu Perum PAMA Bontang Lestari. Ia tampak serius mengamati setiap proses penimbanganSetiap data yang tercatat menjadi indikator penting dalam evaluasi kebijakan gizi dan kesehatan anak di Bontang.
“Kita harus deteksi sedini mungkin supaya jika ada indikasi stunting baru, bisa segera dilakukan intervensi,” tutur Neni.

Para kader Posyandu bekerja sigap menimbang, mengukur tinggi badan, dan mencatat perkembangan anak-anak dalam buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak). Selain memperpanjang Operasi Timbang, Pemkot Bontang juga memastikan program Pemenuhan Makanan Tambahan (PMT) tetap berjalan pasca hasil evaluasi tahap kedua.

Neni menyebut, seluruh kader posyandu akan mendapatkan pelatihan tambahan agar mampu melakukan pendampingan gizi secara optimal. “Semua kader akan diberi pelatihan. Mereka ujung tombak kita di lapangan,” ungkapnya.

Sejak Operasi Timbang Jilid I pada Mei lalu, Bontang mencatat penurunan signifikan angka stunting menjadi 17,4 persen. Tertinggi penurunannya di Kalimantan Timur. Kini, melalui strategi jemput bola dan kolaborasi lintas sektor, Pemkot Bontang menargetkan angka itu kembali turun di akhir 2025.

“Ini bukan sekadar soal angka, tapi tentang memastikan setiap anak Bontang mendapatkan awal kehidupan terbaik,” tutup Neni. (ADV PEMKOT BONTANG)

Editor : Ismet Rifani
#penanganan stunting anak #Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni #pemkot bontang #Operasi Timbang Jilid II