KALTIMPOST.ID-Suasana khidmat menyelimuti halaman Makodim 0908/Btg, Senin (10/11).
Saat Pemkot Bontang menggelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan. Upacara tersebut menjadi momen reflektif bagi seluruh peserta untuk mengenang jasa para pejuang bangsa sekaligus meneguhkan semangat melanjutkan perjuangan mereka di era modern.
Bertindak sebagai pembina upacara, Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris membacakan amanat Menteri Sosial Saifullah Yusuf.
Dalam amanat tersebut, disampaikan pesan mendalam bahwa Hari Pahlawan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk menundukkan kepala dan mengingat jasa para pejuang yang telah mengorbankan segalanya demi kemerdekaan bangsa.
“Para pahlawan bukan hanya nama yang terukir di batu nisan, tetapi cahaya penerang bagi generasi penerus. Mereka berjuang bukan untuk diri sendiri, melainkan demi masa depan bangsa,” ujar pejabat yang akrab disapa AH saat menyampaikan amanat.
Dalam amanat tersebut, Menteri Sosial juga menekankan tiga nilai utama yang bisa dijadikan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pertama, kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi perjuangan panjang merupakan nilai yang melekat dalam setiap langkah para pejuang bangsa.
Kedua, semangat mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi. Sebagaimana para pahlawan yang tetap mengabdi kepada rakyat bahkan setelah kemerdekaan diraih.
Ketiga, pandangan jauh ke depan yakni perjuangan yang didasari keikhlasan demi generasi masa depan, sebagai bentuk ibadah dan amanah kemanusiaan.
AH menegaskan bentuk perjuangan hari ini berbeda dari masa lalu. Bila dahulu para pahlawan mengangkat senjata, kini perjuangan diwujudkan melalui ilmu pengetahuan, empati sosial, dan dedikasi kerja.
“Semangat membela yang lemah, menegakkan keadilan, dan memberi kesempatan yang sama bagi semua anak bangsa harus terus hidup di tengah-tengah kita,” tegasnya.
Ia menyampaikan bahwa perjuangan generasi masa kini harus berakar pada semangat kerja nyata.
Mulai disiplin, inovasi, hingga pelayanan publik yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Dalam amanat tersebut, Menteri Sosial juga menyinggung arah kebijakan pembangunan nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Fokus pembangunan itu antara lain meliputi penguatan ketahanan nasional, peningkatan kualitas pendidikan, penegakan keadilan sosial, serta pembangunan manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya.
Nilai-nilai tersebut, kata AH, menjadi bentuk baru dari semangat perjuangan para pahlawan berupa semangat yang kini diterjemahkan dalam kerja pembangunan berkelanjutan.
Pada akhir upacara, dia mengajak seluruh lapisan masyarakat Bontang untuk terus meneladani semangat para pahlawan dengan cara-cara yang relevan di masa kini.
“Kita harus melanjutkan perjuangan mereka dengan bekerja keras, berpikir jernih, dan melayani masyarakat dengan tulus. Inilah penghormatan sejati kepada para pahlawan bangsa,” ujarnya penuh semangat.
Menurutnya, semangat kepahlawanan harus menjadi energi positif dalam setiap langkah pembangunan daerah, termasuk dalam upaya Pemkot Bontang memperkuat kualitas layanan publik, meningkatkan pendidikan, serta membangun ekonomi masyarakat yang inklusif.
Peringatan Hari Pahlawan tahun 2025 mengusung tema “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan”, yang menggema kuat sebagai ajakan bagi seluruh anak bangsa untuk menyalakan api perjuangan di setiap sendi kehidupan.
Bagi Pemkot Bontang, tema ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan dan kemajuan tidak datang dengan sendirinya, melainkan melalui perjuangan berkelanjutan dari seluruh elemen masyarakat. (ADV PEMKOT BONTANG/rd)
Editor : Romdani.