Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Neni Ajak Guru Gali Potensi dan Bangun Karakter Siswa

Adhiel kundhara • Selasa, 11 November 2025 | 16:42 WIB
BERIKAN PESAN: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni memberikan pesan kepada guru agama tingkat SD di Bontang.
BERIKAN PESAN: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni memberikan pesan kepada guru agama tingkat SD di Bontang.

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menegaskan pentingnya peran guru dalam membangun karakter dan menggali potensi siswa di tengah derasnya arus perkembangan teknologi.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan pelatihan pendalaman pelajaran bagi guru agama tingkat SD di Kota Bontang, Selasa (11/11/2025) di Auditorium Tiga Dimensi.

Dalam sambutannya, Neni menyebut bahwa guru tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga harus memahami karakter dan permasalahan anak. “Guru sekarang tidak cukup hanya mengajar. Tapi juga harus mengajar dengan hati, memahami karakter dan potensi muridnya,” ujarnya.

Menurutnya, setiap anak memiliki potensi yang berbeda-beda. Tugas guru adalah mengenali dan menumbuhkannya melalui pendekatan yang tepat. “Potensi anak itu ibarat biji tanaman. Kalau disiram dan dipupuk dengan baik, akan tumbuh dan berbuah manis,” kata Neni.

Ia mencontohkan, anak dengan kemampuan menari, menggambar, atau berolahraga perlu diarahkan melalui kegiatan ekstrakurikuler. “Tugas guru adalah mengarahkan agar potensi anak berkembang dengan baik dan tidak padam,” tambahnya.

Neni juga menyoroti tantangan pendidikan di era digital. Ia prihatin dengan maraknya konten negatif yang mudah diakses anak-anak melalui media sosial. “Saya kadang ngeri buka Instagram pagi-pagi. Banyak hal yang seharusnya tidak pantas dilihat anak-anak. Ini tantangan besar bagi kita semua,” ucapnya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya pendidikan karakter berbasis nilai agama. Ia memuji kegiatan lintas agama yang menurutnya mampu membentuk kecerdasan spiritual dan emosional siswa. “Guru lintas agama punya peran besar membangun kecerdasan spiritual, emosional, dan sosial anak-anak kita,” tuturnya.

Selain itu, Neni juga menyinggung pentingnya tindakan preventif dalam menghadapi perubahan perilaku anak di sekolah. Ia menilai guru perlu berkolaborasi dengan psikolog untuk melakukan asesmen terhadap siswa yang membutuhkan perhatian khusus. “Lebih baik kita lakukan langkah pencegahan daripada perbaikan. Kita harus tangani dengan kasih sayang,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengajak guru-guru untuk berperan aktif dalam gerakan “Sampahku Tanggung Jawabku” sebagai bagian dari pendidikan karakter. “Mulai dari diri sendiri. Ajak anak-anak menjaga kebersihan lingkungan. Ini bentuk tanggung jawab sekaligus pembelajaran moral,” pesannya.

Ia menutup sambutannya dengan mengapresiasi dedikasi para guru di Bontang. “Guru adalah orang tua kedua bagi anak-anak di sekolah. Teruslah mendidik dengan hati, karena dari tangan Bapak dan Ibu gurulah masa depan anak-anak Bontang dibangun,” pungkasnya. (ADV PEMKOT BONTANG)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#siswa #guru agama #Neni Moerniaeni #wali kota bontang #potensi siswa