Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Neni Beri Semangat Kader di Gerakan Posyandu Aktif

Adhiel kundhara • Kamis, 13 November 2025 | 17:34 WIB
SAMPAIKAN PESAN: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menghadiri kegiatan Posyandu Aktif dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-61. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP
SAMPAIKAN PESAN: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menghadiri kegiatan Posyandu Aktif dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-61. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP

KALTIMPOST.ID, BONTANG- Ruang Balai Pertemuan Umum (BPU) Kelurahan Kanaan, Kamis (13/11/2025), dipenuhi semangat para kader posyandu dari seluruh penjuru Kota Bontang. Ratusan perempuan dengan seragam warna-warni tampak bersemangat mengikuti Gerakan Posyandu Aktif. Kegiatan yang digelar Pemkot Bontang melalui Dinas Kesehatan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61.

Suasana makin hidup ketika Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni tiba di lokasi. Ia disambut tepuk tangan hangat dari para kader. Dalam kesempatan itu, Neni tidak hanya memberi sambutan formal, tetapi juga menyapa satu per satu perwakilan posyandu yang hadir.

“Kader posyandu adalah ujung tombak kesehatan masyarakat. Mereka bukan hanya relawan, tapi pejuang sejati. Pejuang yang menjaga kesehatan ibu dan anak, menekan angka stunting, serta membangun kesadaran hidup sehat,” kata Neni penuh semangat.

Dalam arahannya, Wali Kota Neni mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi pelayanan. Ia menjelaskan posyandu aktif harus memenuhi empat indikator utama. Pertama, buka minimal delapan kali dalam setahun. Kedua, memiliki lebih dari lima kader aktif. Ketiga, memberikan layanan sesuai siklus hidup warga. Dan keempat, menerapkan layanan berbasis enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM)

“Kalau keempat indikator ini dijalankan, posyandu akan menjadi garda depan kesehatan yang tangguh,” tegasnya.

Selain memberi motivasi, Neni juga membawa kabar menggembirakan. Tahun ini, angka kematian ibu di Kota Bontang mencapai nol kasus (zero maternal death). Capaian ini, katanya, menjadi bukti nyata kerja keras seluruh tenaga kesehatan dan kader posyandu di lapangan.

“Kalau kita bisa pertahankan selama tiga tahun berturut-turut, Bontang akan jadi kota percontohan nasional dalam penanganan kesehatan ibu dan anak,” tambahnya.

Kegiatan HKN kali ini tak sekadar seremonial. Ada pula Pelatihan Digital 25 Keterampilan Kader Posyandu yang menjadi bagian penting dalam Gerakan Posyandu Aktif 2025.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Bontang, Bahtiar Mabe dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memperkuat peran posyandu sebagai pusat layanan masyarakat berbasis 6 bidang SPM.

“Sebanyak 60 kader mengikuti pelatihan digital tahap pertama. Sisanya, sebanyak 390 kader lain akan mengikuti pelatihan tatap muka pada Desember mendatang,” ungkap Bahtiar.

Ia menambahkan, dari 915 kader aktif di Kota Bontang belum semuanya mendapat pelatihan berbasis digital. Karena itu, kegiatan ini menjadi langkah awal menuju transformasi digital layanan kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Bontang Nur Kalbi menegaskan pentingnya memperluas fungsi posyandu. Ia menyebut, kader tak hanya fokus pada ibu dan anak. Tetapi juga terlibat dalam enam bidang SPM mencakup kesehatan, pendidikan, sosial, perumahan rakyat, pekerjaan umum dan transportasi, serta ketertiban umum.

“Posyandu harus menjadi pusat layanan terpadu. Tempat masyarakat bisa mendapatkan berbagai informasi dan pelayanan dasar, sejalan dengan visi Bontang sebagai kota industri yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” kata Nur Kalbi.

Di kesempatan yang sama, Bahtiar Mabe juga memaparkan capaian membanggakan bidang kesehatan masyarakat. Ia menyebut, penimbangan balita di seluruh kelurahan sudah mencapai 100 persen, sebagai hasil kerja keras para kader di lapangan.

Selain itu, angka stunting di Kota Bontang turun menjadi 16,34 persen, dengan Puskesmas Bontang Barat mencatat angka terendah, hanya 12 persen. Untuk menjaga tren positif itu, Dinas Kesehatan akan menggelar timbang serentak tiga kali dalam setahun.

“Ini bukan hanya soal angka, tapi tentang masa depan generasi kita. Setiap anak berhak tumbuh sehat dan cerdas,” tutup Bahtiar. (ADV PEMKOT BONTANG)

Editor : Ismet Rifani
#HKN 2025 #kader posyandu bontang #Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni #Dinkes Bontang