Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

AH Pimpin Apel Kesiapsiagaan di Pulau Beras Basah: Latih Respons Cepat Hadapi Bencana

Adhiel kundhara • Kamis, 13 November 2025 | 17:38 WIB
BERI ARAHAN: Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris menghadiri apel kesiapsiagaan dan simulasi penanggulangan bencana hidrometeorologi di Pulau Beras Basah. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP
BERI ARAHAN: Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris menghadiri apel kesiapsiagaan dan simulasi penanggulangan bencana hidrometeorologi di Pulau Beras Basah. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP

KALTIMPOST.ID, BONTANG- Angin laut berembus sejuk di Pulau Beras Basah, Kamis pagi (13/11/2025). Di tengah hamparan pasir putih dan ombak tenang, ratusan personel dari berbagai instansi berdiri tegap mengikuti Apel Kesiapsiagaan dan Simulasi Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025.

Apel yang digelar Pemkot Bontang bersama Polres Bontang ini menjadi simbol kekuatan dan kolaborasi lintas sektor. Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris, Kapolres Bontang AKBP Widho Andriano selaku pimpinan apel, serta unsur Polairud, BPBD, Satpol PP, Kodim 0908 Bontang, Batalyon Arhanud 7/ABC, dan Pospol TNI AL.

Dalam sambutannya, Agus Haris membacakan pesan dari Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. Ia menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar apel rutin, tetapi bentuk nyata sinergi multihelix antara pemerintah, TNI/Polri, dunia usaha, dan masyarakat.

“Tujuan utamanya melatih kemampuan tanggap cepat, tepat, dan terkoordinasi. Sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana,” kata pejabat yang akrab disapa AH ini.

Ia menyebut dasar kegiatan ini mengacu pada UU 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana serta Permendagri Nomor 101/2018 tentang Standar Pelayanan Minimal Suburusan Bencana. Pemerintah daerah, katanya, memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan pencegahan, kesiapsiagaan, dan evakuasi korban bencana.

Photo
Photo

“Penanggulangan bencana adalah urusan wajib daerah. Ini juga menjadi indikator utama dalam Indeks Ketahanan Daerah (IKD),” ucapnya.

H juga menyoroti persoalan banjir yang masih terjadi di beberapa wilayah Bontang. Pemkot, lanjutnya, telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Antara lain, pengadaan lahan untuk folder pengendali banjir, pembangunan pintu air dan kolam retensi, serta pembenahan infrastruktur pengendali banjir rob.

“Upaya ini diharapkan bisa meminimalkan risiko banjir secara berkelanjutan,” tutur dia.

Namun, tantangan Bontang tidak berhenti pada bencana hidrometeorologi saja. Sebagai kota industri, Bontang juga memiliki potensi bencana kegagalan teknologi, seperti kebocoran amonia, kebakaran, hingga pencemaran limbah.

“Oleh karena itu, pelatihan dan simulasi darurat atau emergency drill harus dilakukan secara rutin dan melibatkan semua pihak,” terangnya.

AH menegaskan, kegiatan kesiapsiagaan ini sejalan dengan visi Bontang sebagai Kota Jasa dan Industri yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan, sekaligus daerah mitra Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Untuk mewujudkan visi itu, kita memerlukan sumber daya manusia yang tangguh, lingkungan yang aman, dan industri yang efisien serta bebas risiko,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan kegiatan ini sebagai tonggak sinergi dalam membangun Bontang yang tangguh bencana. “Mari jadikan kesiapsiagaan ini budaya bersama, bukan hanya kegiatan seremonial. Bontang harus siap menghadapi segala kemungkinan,” sebutnya.

Sementara itu, Kapolres Bontang AKBP Widho Andriano menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman bencana. “Kehadiran kita di sini menunjukkan wujud nyata sinergisitas semua elemen. Pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat harus selalu solid,” ujarnya.

Menurutnya, Indonesia termasuk negara dengan tingkat kerawanan bencana tertinggi di dunia. Berdasarkan data BNPB, hingga awal November 2025, telah terjadi lebih dari 2.700 kejadian bencana, dengan banjir sebagai peristiwa paling sering terjadi.

Untuk wilayah Kaltim, potensi bencana meliputi banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, abrasi pantai, kebakaran hutan dan lahan, hingga kegagalan teknologi.
“Oleh karena itu, kewaspadaan dan kesiapsiagaan harus terus ditingkatkan agar dampak bencana bisa ditekan sekecil mungkin,” pungkasnya. (ADV PEMKOT BONTANG)

Editor : Ismet Rifani
#Apel Kesiap Siagaan #Simulasi Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi #Kapolres Bontang AKBP Widho Andriano #wawali bontang agus haris