Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Polres Bontang Gelar Operasi Zebra Mahakam 2025, Teknologi Disiapkan untuk Tekan Pelanggaran dan Kecelakaan Lalu Lintas

ADV • Selasa, 18 November 2025 | 06:35 WIB
Neni Moerniaeni memimpin apel Operasi Zebra Mahakam 2025 di Halaman Mapolres Bontang, Senin (17/11). (FOTO ADIEL KUNDHARA/KP)
Neni Moerniaeni memimpin apel Operasi Zebra Mahakam 2025 di Halaman Mapolres Bontang, Senin (17/11). (FOTO ADIEL KUNDHARA/KP)

KALTIMPOST.ID-Polres Bontang resmi memulai Operasi Zebra Mahakam 2025. Itu ditandai dengan apel gelar pasukan di Halaman Mapolres Bontang, Senin (17/11).

Operasi Zebra Mahakam merupakan sebuah operasi kepolisian kewilayahan yang difokuskan pada peningkatan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas serta penurunan angka kecelakaan.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan operasi itu akan mengedepankan teknologi, pengawasan modern, dan pendekatan humanis. “Keselamatan harus menjadi prioritas,” kata Neni.

Operasi Zebra Mahakam tahun ini diarahkan untuk memaksimalkan prinsip, teknik, dan pemanfaatan teknologi berskala nasional.

Teknologi sistem elektronik menjadi salah satu alat utama untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat, terutama di area perkotaan.

Neni menyebut penggunaan teknologi akan memperkuat penegakan hukum sekaligus mendorong masyarakat lebih tertib.

Jumlah sasaran operasi mencakup potensi gangguan hingga gangguan nyata yang selama ini memicu kemacetan maupun kecelakaan.

Delapan prioritas pelanggaran menjadi fokus kepolisian. Antara lain penggunaan ponsel saat berkendara, pengendara di bawah umur, pelanggaran helm SNI, ketidakpatuhan sabuk keselamatan, pengaruh alkohol, lawan arus, kecepatan berlebih, serta balap liar.

Data dua tahun terakhir di Polres Bontang digunakan sebagai acuan penguatan operasi. Pada 2023 dan 2024 tercatat masing-masing dua kejadian kecelakaan.

Korban meninggal tahun 2024 meningkat satu kasus. Sedangkan korban luka berat dan luka ringan mengalami penurunan.

Di sisi lain, jumlah tilang melonjak signifikan dari 17 kasus pada 2023 menjadi 154 kasus tahun 2024. Teguran justru turun dari 78 menjadi 62 kasus.

Neni menyebut rendahnya disiplin berlalu lintas, meningkatnya volume kendaraan, serta kurangnya edukasi publik menjadi latar belakang kuat pelaksanaan operasi berskala besar ini.

Ia menekankan perlunya kolaborasi pemerintah, kepolisian, dan masyarakat untuk membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan. “Semua pihak harus berperan,” ucapnya.

Kepada seluruh personel yang bertugas, Neni memberi sejumlah arahan penting. Ia meminta pelaksanaan operasi dilakukan secara profesional, berintegritas, serta menjauhi tindakan arogan.

Pendekatan humanis, edukatif, dan persuasif menurutnya menjadi kunci keberhasilan operasi. Selain itu, penggunaan media sosial untuk memperluas edukasi dan meningkatkan transparansi juga ditekankan.

Neni mengingatkan bahwa setiap petugas wajib menjaga keselamatan diri maupun masyarakat.

Keselamatan, kata dia, adalah tujuan utama dari pengabdian kepada negara. Ia berharap Operasi Zebra Mahakam 2025 mampu menekan angka kecelakaan dan menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih tertib di Bontang.

Dengan penguatan teknologi, strategi penindakan yang lebih terarah, serta dukungan masyarakat, pemerintah optimistis operasi ini dapat memberikan dampak signifikan selama tahun berjalan. (adv/rd)

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #Operasi Zebra Mahakam 2025 #Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni #lalu lintas #Kutai Barat #polres bontang