KALTIMPOST.ID-Kelurahan Belimbing kembali masuk lima besar pada Lomba Kelurahan Bersih dan Hijau (KBH) Kota Bontang 2024. Posisi ini menjadi langkah penting setelah tahun sebelumnya Belimbing berada di peringkat kelima. Tim kelurahan pun memasuki tahap akhir penilaian dan menyatakan optimismenya untuk meraih hasil lebih baik tahun ini.
Lurah Belimbing Dwi Andriyani mengatakan proses lomba berlangsung cukup panjang sejak awal tahun. Ia menyebut rangkaian penilaian telah melalui tahapan verifikasi dan presentasi. Dua kali verifikasi lapangan dilakukan sebelum panitia menetapkan lima besar. “Mulainya sekitar Mei atau Juni,” kata Dwi.
Lima besar tahun ini terdiri dari Kelurahan Belimbing, Berbas Tengah, Gunung Elai, Loktuan, dan Tanjung Laut Indah. Komposisi wilayah itu dinilai cukup beragam. Beberapa wilayah pesisir dan wilayah barat ikut memberikan warna berbeda pada penilaian tahun ini.
Aspek yang dinilai dalam lomba juga semakin luas. Tim juri menyoroti pengelolaan sampah, program bank sampah RT, pemilahan sampah, penghijauan, serta inovasi lingkungan hidup di masing-masing kelurahan. Selain itu, kebersihan drainase dan sungai menjadi indikator penting.
Dwi memerinci penilaian tersebut. Ia menegaskan fokus besarnya tetap pada dua aspek besar. “Bersih dan hijau,” katanya. Untuk Bank Sampah RT, Belimbing saat ini telah memiliki 19 RT yang sudah resmi ber-SK. Seluruh RT sebenarnya sudah membentuk bank sampah, tetapi sebagian masih terkendala kelengkapan struktur kepengurusan. Meski begitu, seluruh RT telah menjalankan program penimbangan sampah melalui program Sampah Pilah Bawa Berkah.
Dwi mengungkapkan tantangan pembentukan Bank Sampah RT. Ia menambahkan kendala terbesar berada pada jumlah personel pengurus. “Strukturnya sampai delapan orang,” ucapnya.
Inovasi lingkungan turut menjadi nilai tambah. Belimbing memiliki program kolaborasi dengan perusahaan KPI melalui pembuatan sanitasi rumah warga yang belum memiliki jamban. Ada enam rumah yang mendapatkan bantuan material, sementara pembangunan dilakukan oleh warga.
Selain itu, PKK RT melaksanakan program Gerbang Toga dengan menanam 80 jenis tanaman obat keluarga (TOGA). Setiap tanaman diberi barcode berisi nama dan fungsi. Program ini menjadi salah satu inovasi unggulan dalam presentasi penilaian.
Dwi memaparkan manfaat program tersebut. Ia menekankan bahwa warganya sangat antusias mengikuti inisiatif hijau di lingkungan. “Itu inovasi yang sudah berjalan,” katanya.
Belimbing juga telah menggandeng Bank Sampah Anggrek Hitam, Bank Sampah DLH, dan Bank Sampah BSPP BTN sebagai mitra. Sampah yang dikumpulkan warga saat arisan atau pertemuan RT langsung ditimbang dan dijual ke bank sampah terdekat.
Baca Juga: Pemilihan RT di Guntung Dimulai, Panitia Dapat Pembekalan Teknis dari Dinsos-PM
Tahun lalu, gelar juara satu KBH diraih Kelurahan Satimpo. Namun, beberapa kelurahan yang tahun lalu masuk nominasi kini tidak lagi masuk lima besar. Kondisi ini membuat persaingan tahun ini dinilai jauh lebih dinamis.
Dwi memberi pandangannya mengenai kompetisi tahun ini. Ia menekankan bahwa semua wilayah memiliki potensi dan inovasi masing-masing. “Karakteristik kelurahan itu berbeda-beda,” tutur dia. Pengumuman juara dijadwalkan pada awal Desember tanpa ada tahap survei tambahan. Presentasi lima besar menjadi penilaian akhir sebelum penentuan pemenang.
Meski hasil akhir belum diputuskan, Belimbing menyatakan siap bersaing. Mereka berharap dapat memperbaiki capaian tahun sebelumnya. Dwi menyampaikan harapannya dengan yakin. Ia menutup pernyataan dengan optimisme. “Kami sudah berusaha maksimal,” pungkasnya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki