BONTANG - Suasana Kota Taman terasa berbeda pada Senin (17/11) siang. Udara seakan dipenuhi aroma tradisi saat Lembaga Adat Kutai Bontang menggelar ritual sakral Tepong Tawar di kediaman resmi tiga pimpinan daerah.
Prosesi adat ini berlangsung di Rumah Jabatan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, Wakil Wali Kota (Wawali) Agus Haris, serta Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam, yang berlokasi di Jalan Awang Long.
Kegiatan berjalan khidmat dengan kehadiran tokoh adat. Ketua Adat Kutai Guntung Darmawi, Lurah Guntung Denny Febrian, dan sejumlah pemuka adat menyempurnakan nuansa sakral tersebut. Kehadiran mereka menjadi penanda bahwa pesta adat besar akan segera dimulai.
Ritual Tepong Tawar bukan sekadar seremoni. Di dalam budaya Kutai, prosesi ini memegang peran penting sebagai simbol pembersihan diri dan permohonan kelancaran. Para pemimpin daerah menjalani rangkaian tepung tawar sebagai bagian dari permohonan restu sebelum acara besar berlangsung.
Menurut tradisi, ritual tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada leluhur agar setiap langkah kegiatan berjalan tanpa hambatan. Ritual ini sekaligus menjadi pembuka rangkaian Pesta Adat Erau Pelas Benua Guntung, yang dijadwalkan dibuka resmi, Selasa (18/11).
Prosesi Erau merupakan warisan budaya Kutai yang telah dijaga turun-temurun dan menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Kota Bontang.
Dalam penjelasan para tokoh adat, Tepong Tawar berfungsi sebagai pembersihan spiritual baik bagi penyelenggara maupun lokasi. Dua kalimat naratif disampaikan sebelum tokoh adat memberikan penegasan makna. “Ini restu leluhur. Ritual ini untuk kelancaran Erau,” ujar salah satu tokoh adat.
Pesta adat Erau Pelas Benua Guntung akan berlangsung selama enam hari, mulai 18–23 November 2025. Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Rumah Kampong Adat Guntung, Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara. Berbagai atraksi budaya khas Kutai seperti Bapelas, Beluluh, dan ritual air dipastikan memeriahkan perayaan tahunan ini.
Kehadiran para tokoh adat yang melaksanakan Bapelas keliling dan Tepong Tawar menggambarkan komitmen bersama antara pemerintah daerah dan Lembaga Adat Kutai. Upaya ini menjadi bentuk pelestarian budaya sekaligus memperkuat ikatan sosial antara masyarakat dan pemerintah.
Ritual pembuka ini bukan hanya mempersiapkan jalan bagi perayaan Erau, tetapi juga menjadi pengingat bahwa budaya adalah identitas sebuah daerah. Bontang, melalui perayaan ini, kembali menegaskan diri sebagai kota yang tidak hanya maju dalam industri, tetapi juga kaya dalam tradisi.
“Erau Pelas Benua merupakan pesta adat yang rutin digelar tiap tahunnya di Guntung, Bontang,” kata Neni. (adv/ak/rdh)
Editor : Muhammad Ridhuan