Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Duta Anti Narkoba 2025 Bontang Resmi Terpilih, Wali Kota Neni Tegaskan Ancaman Narkotika Harus Dilawan Bersama

Adhiel kundhara • Selasa, 18 November 2025 | 19:14 WIB

 

 

BERI PESAN: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menghadiri grand final pemilihan duta anti narkoba.
BERI PESAN: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menghadiri grand final pemilihan duta anti narkoba.

BONTANG - Atmosfer persaingan positif terlihat jelas di Aula Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang, Senin malam (17/11). Puluhan finalis tampil percaya diri dalam Grand Final Pemilihan Duta Anti Narkoba 2025, sebuah ajang yang menjadi simbol perlawanan generasi muda terhadap ancaman narkoba.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Dispopar dan BNN Kota Bontang, sekaligus memperkuat sinergi lintas lembaga dalam program pencegahan narkotika. Kehadiran orang tua finalis juga menambah suasana hangat, menunjukkan kuatnya dukungan keluarga dalam pembinaan generasi muda.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni memberikan apresiasi besar terhadap komitmen semua pihak. Ia menilai kolaborasi tersebut berhasil memperkuat upaya pencegahan narkoba di kota industri ini. Ia kemudian menegaskan capaian positif yang telah diraih Bontang.

“Prevalensi narkoba kita berada di angka 0,89 persen. Angka ini lebih rendah dari rata-rata nasional,” Kata Neni.

Neni menjelaskan narkoba memiliki dampak kerusakan luas bagi kesehatan dan lingkungan sosial. Dua kalimat disampaikan sebelum ia mengingatkan besarnya ancaman bagi generasi muda jika pencegahan tidak dilakukan sejak dini.

“Narkoba merusak otak dan merusak masa depan. Pencegahan harus dimulai dari keluarga,” ucapnya.

Ia juga menyinggung korelasi penyalahgunaan narkoba dengan kondisi sosial seperti fatherless dan motherless, yang menurutnya turut memperlemah ketahanan keluarga. Dua kalimat disampaikan sebelum ia mengajak seluruh pihak untuk memperkuat gerakan anti narkoba. “Mari kita selamatkan generasi muda. Say no to drugs,” tutur dia.

Proses pemilihan duta tahun ini berlangsung selama sekitar dua bulan. Sebanyak 140 peserta mengikuti berbagai tahapan penilaian, mulai dari sosialisasi sekolah, seleksi berkas, head-to-head challenge, video challenge, hingga program Duta Anti Narkoba Go To School. Dari jumlah tersebut, terpilih 20 finalis putra dan putri dari kategori SMA, perguruan tinggi, hingga umum.

Selama satu tahun masa tugas, para finalis akan menjadi agen kampanye anti narkoba dan mengemban amanah edukasi di masyarakat. Dua kalimat naratif disampaikan sebelum Neni memberikan ucapan selamat. “Saya bangga pada kalian. Teruslah menjadi contoh bagi teman sebaya,” terangnya.

Pada acara tersebut, Wali Kota Bontang juga menyerahkan penghargaan secara simbolis kepada sponsor, narasumber, media partner, dan seluruh panitia penyelenggara. Penjurian melibatkan juri kehormatan dan juri inti, yang menilai kemampuan finalis mulai dari penyampaian visi-misi hingga sesi pertanyaan langsung.

Grand Final Pemilihan Duta Anti Narkoba 2025 diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berperan aktif sebagai penggerak edukasi bahaya narkoba di Kota Bontang.

Acara ini turut dihadiri Plt Kepala Dispopar Bontang Dasuki, Kepala BNN Bontang Lulyana Ramdhani, Kasat Resnarkoba Polres Bontang Rihard Nixon, perwakilan Batalyon Arhanud 7/ABC, serta instansi pemerintah dan swasta. (adv/ak/rdh)

Editor : Muhammad Ridhuan
#bnn #say no to drugs #Neni Moerniaeni #duta anti narkoba