Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Angka Stunting Bontang Turun Jadi 15,6 Persen Usai Operasi Timbang, Diskes Fokus Perkuat Pencegahan

Adhiel kundhara • Senin, 24 November 2025 | 15:50 WIB

PENIMBANGAN: Pemkot Bontang telah melakukan kegiatan operasi timbang serentak jilid kedua untuk mengetahui angka stunting terbaru. (ADIEL KUNDHARA/KP)
PENIMBANGAN: Pemkot Bontang telah melakukan kegiatan operasi timbang serentak jilid kedua untuk mengetahui angka stunting terbaru. (ADIEL KUNDHARA/KP)

KALTIMPOST.ID-Angka stunting di Kota Bontang kembali menunjukkan penurunan signifikan. Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang, Bahtiar Mabe, mengungkapkan bahwa prevalensi stunting hasil Operasi Timbang Jilid II berada pada angka 15,6 persen.

Ia menegaskan bahwa penurunan ini merupakan progres positif dari capaian sebelumnya yang berada di angka 17,4 persen. Operasi timbang yang menyasar lebih dari 9.769 balita itu mencatat cakupan 100 persen. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja kolaboratif lintas sektor.

Namun ia menekankan bahwa rincian data per kelurahan berada dalam kewenangan bidang teknis. “Nanti akan disampaikan saat rakor pada awal bulan mendatang,” kata Mabe. Mabe menjelaskan langkah utama setelah penurunan angka adalah mempertahankan tren. Ia menegaskan bahwa pencegahan harus dilakukan secara ketat dari segala aspek.

Pengawasan ibu hamil menjadi prioritas. Bahwasanya ibu hamil harus mendapat nutrisi memadai serta pendampingan berkelanjutan. Cakupan layanan gizi menjadi penentu utama pencegahan.

Baca Juga: Penambahan Toko Modern Waralaba Dipersoalkan, Asosiasi Pedagang Nilai Pemkot Tidak Transparan dalam Perubahan Regulasi

Ia juga menyebut calon pengantin (catin) sebagai kelompok penting. Edukasi dan suplementasi harus diberikan sejak masa pranikah. Mabe menjelaskan bahwa calon pengantin akan memperoleh tablet tambah darah atau penggantinya, yakni Multi Micronutrient Supplement (MMS).

“Remaja putri juga menjadi fokus karena berhubungan langsung dengan risiko anemia dan kualitas kehamilan di masa mendatang,” ucapnya. Untuk penanganan stunting yang sudah terdata, Diskes memberikan Makanan Bergizi (MBG). Ia mengatakan bahwa program MBG tahun depan akan diperluas. MBG tidak hanya menyasar anak sekolah tetapi juga balita dan ibu hamil. “Perluasan program ini mampu menekan angka stunting baru,” tutur dia.

Mabe menjelaskan bahwa stunting memiliki masa pemantauan hingga usia lima tahun. Ia mengatakan bahwa jika intervensi tepat, risiko dapat ditekan. Pencegahan munculnya kasus baru jauh lebih efektif daripada hanya mengobati kasus lama. “Masih adanya kasus baru antara dua periode operasi timbang sebagai peringatan penting,” terangnya.

Baca Juga: Terpilih Aklamasi, Ketua RT 06 Gunung Telihan Fokus Lanjutkan Pembangunan Drainase dan Turap

Ia menekankan bahwa penanganan stunting tidak bisa bertumpu pada Diskes saja. Ia menyebut keterlibatan sembilan instansi pengampu sebagai komponen vital. Salah satunya peran Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) sebagai penanggung jawab pencegahan pernikahan dini

Mabe optimistis angka stunting di Bontang dapat tembus di bawah 14 persen tahun depan. Ia menyebut target nasional 2029 berada di angka 14,8 persen. Ia menegaskan bahwa Bontang memiliki peluang berada di bawah target nasional lebih cepat. “Pentingnya kepatuhan ibu hamil dan calon pengantin dalam konsumsi MMS sebagai langkah nyata mencegah stunting baru,” pungkasnya. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#bontang #stunting