KALTIMPOST.ID, BONTANG- Kepedulian terhadap kesehatan remaja kembali digaungkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bontang melalui program sosial bertajuk “IDI Bontang Goes to School”. Kegiatan ini digelar di Pondok Pesantren Hidayatullah Bontang, Minggu pagi (23/11/2025), dengan fokus pada edukasi serta pemeriksaan kesehatan kulit bagi para santri.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, hadir langsung sekaligus memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif IDI yang dinilai sejalan dengan visi pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Dengan latar belakangnya sebagai dokter, Neni menegaskan pentingnya edukasi kesehatan sejak dini, terutama di lingkungan padat seperti asrama.
“Kesehatan adalah modal utama. Melalui program ini, para santri mendapatkan pengetahuan berharga tentang bagaimana menjaga kebersihan dan kesehatan kulit. Kami sangat mengapresiasi langkah IDI Bontang yang terus hadir di tengah masyarakat,” kata Neni.
Tema kesehatan kulit dipilih bukan tanpa alasan. Berdasarkan pemantauan IDI, masalah kulit seperti infeksi, alergi, dan iritasi cukup sering ditemukan di lingkungan pondok pesantren. Karena itu, penyuluhan yang diberikan tidak hanya teoritis, tetapi mencakup pencegahan, pengenalan dini, hingga penanganan dasar penyakit kulit.
Selain sesi penyuluhan interaktif, IDI Bontang juga membuka layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis yang langsung diserbu ratusan santri dan pengajar. Mereka memanfaatkan kesempatan untuk berkonsultasi dengan dokter umum maupun dokter spesialis yang ditempatkan di sejumlah titik pemeriksaan.
Antusiasme peserta menggambarkan kebutuhan tinggi akan layanan kesehatan berbasis edukasi di lingkungan pendidikan. Di akhir kegiatan, IDI menyerahkan paket bantuan sosial kepada pihak pondok pesantren sebagai simbol kolaborasi dan kepedulian berkelanjutan.
“Kegiatan seperti ini harus terus diperkuat sebagai upaya bersama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Bontang,” pungkasnya. (ADV PEMKOT BONTANG)
Editor : Ismet Rifani