Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

500 Guru Ngaji di Bontang Dibekali Pelatihan, Neni Sebut Mereka Penjaga Cahaya Al-Qur’an

Adhiel kundhara • Senin, 24 November 2025 | 17:26 WIB
BUKA KEGIATAN: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni membuka pelaksanaan pelatihan 500 guru ngaji.
BUKA KEGIATAN: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni membuka pelaksanaan pelatihan 500 guru ngaji.

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Upaya memperkuat pendidikan Al-Qur’an di Kota Bontang kembali ditegaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang.

Hal itu terlihat dalam kegiatan Pelatihan 500 Guru Ngaji Tahun 2025 yang digelar Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-Kanak Al-Qur'an Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (LPPTKA BKPRMI) Kota Bontang, Minggu (23/11/2025).

Acara berlangsung khidmat di Masjid Fathul Khoir BSD, Kelurahan Gunung Elai, Bontang Utara. Ratusan ustaz dan ustazah mengikuti kegiatan yang menghadirkan Direktur Nasional LPPTKA BKPRMI, Gunawan HS, sebagai pemateri utama.

Ia didampingi Ketua DPD BKPRMI Bontang, Atim Prasojo, bersama jajaran pengurus dan ketua KKU dari seluruh unit TKA/TPA binaan.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni hadir langsung memberikan sambutan. Dengan suara teduh namun tegas, ia menyampaikan apresiasi kepada BKPRMI Bontang yang dinilainya konsisten menjadi garda depan dalam peningkatan kualitas pendidik Al-Qur’an.

“Atas nama Pemerintah Kota Bontang, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada LPPTKA BKPRMI. Pelatihan 500 Guru Ngaji ini adalah langkah nyata untuk meningkatkan kapasitas para pendidik Al-Qur’an,” kata Neni.

Ia juga menilai kehadiran Direktur Nasional LPPTKA menjadi energi positif bagi peserta. Harapannya, pembekalan ini mendorong para guru menguatkan kompetensi dan metode pembelajaran.

Neni menegaskan LPPTKA BKPRMI memiliki peran historis dalam gerakan pemberantasan buta huruf Al-Qur’an di Indonesia. Dari lembaga inilah lahir ribuan TKA/TPA yang membentuk fondasi pendidikan Al-Qur’an sejak usia dini.

“Guru ngaji bukan sekadar mengajarkan huruf. Mereka menanamkan akhlak, moral, dan karakter Islami. Itu fondasi Generasi Qur’ani, generasi yang cerdas dan berakhlak,” ucapnya.

Selaras dengan visi Pemkot Bontang, peningkatan kualitas SDM tidak hanya ditempuh melalui pendidikan formal, tetapi juga melalui pembangunan spiritual dan moral masyarakat. Guru ngaji, kata Neni, adalah “ujung tombak” dalam upaya tersebut.

Tidak hanya memberikan apresiasi, Wali Kota Neni juga membawa kabar gembira. Ia mengumumkan kebijakan kenaikan insentif untuk guru ngaji dan penggiat agama. “Tahun ini insentif kami naikkan dari Rp1,1 juta menjadi Rp2 juta,” tegas Neni, disambut riuh syukur peserta.

Kenaikan insentif tersebut, lanjutnya, merupakan investasi jangka panjang untuk menguatkan ekosistem pendidikan Al-Qur’an di Bontang. “Kebijakan ini bukan sekadar penghargaan, tetapi bentuk komitmen kami bahwa peran agama harus menjadi pilar moral pembangunan daerah,” terangnya.

Ia berharap pelatihan ini melahirkan guru ngaji yang semakin berkualitas, sehingga cahaya Al-Qur’an terus menerangi Kota Bontang dan memberi kontribusi bagi masa depan bangsa. (ADV PEMKOT BONTANG)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#bontang #pelatihan #alquran #pemkot bontang #pendidikan #guru ngaji