Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Bontang Koleksi 14 Penghargaan Sepanjang 2025

Adhiel kundhara • Selasa, 25 November 2025 | 15:06 WIB

TERIMA PENGHARGAAN: Kota Bontang memperoleh total 14 penghargaan kurun Januari hingga pertengahan November ini. (PROKOMPIM UNTUK KALTIMPOST)
TERIMA PENGHARGAAN: Kota Bontang memperoleh total 14 penghargaan kurun Januari hingga pertengahan November ini. (PROKOMPIM UNTUK KALTIMPOST)

KALTIMPOST.ID- Kota Bontang kembali mencatat capaian impresif sepanjang Januari hingga November 2025 dengan memborong 14 penghargaan tingkat provinsi hingga nasional. Mulai dari Arindama Award di tiga kategori, WTP LKPD 2024, penghargaan KLA kategori Utama, hingga predikat Kota Paling Berkelanjutan versi UI GreenCityMetric 2025. Sejumlah apresiasi dari berbagai lembaga kredibel menegaskan kualitas tata kelola pemerintahan Kota Taman.

Namun bagi Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, deretan prestasi itu bukan alasan untuk berpuas diri. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan bukan semata dinilai dari banyaknya piala, melainkan integritas perencanaan, kualitas SDM, dan ketepatan eksekusi program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Dalam arahannya, Neni menegaskan bahwa tidak boleh ada program OPD yang hanya “copy–paste” atau sekadar mengulang kegiatan tahun sebelumnya tanpa evaluasi dan inovasi. Setiap OPD wajib memahami Renstra masing-masing, memastikan program mereka saling terintegrasi dan tidak tumpang tindih.

Baca Juga: Anggaran Susu dan PMT Dikembalikan, Diskes Bontang Pilih Hindari Tumpang Tindih Program

“Saya tidak mau ada program copy–paste. Setiap OPD harus tahu ke mana arah strategisnya. Dengan APBD kecil, kita harus membangun Bontang dengan kerja cerdas dan perencanaan yang matang, bukan hanya euforia program besar tetapi tidak berdampak,” kata Neni.

Meski Bontang meraih 14 penghargaan sepanjang 2025, Neni menegaskan bahwa penghargaan hanyalah bonus dari kerja keras. “Yang terpenting adalah pelayanan kepada masyarakat. Kita ingin kota ini aman, tertib, agamis, dan sejahtera. Bukan sekadar penuh dengan piagam, tetapi penuh dengan manfaat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh ASN agar memahami mandat spending: 20% untuk pendidikan, 40% infrastruktur, serta belanja sosial yang tidak boleh melebihi 30% pada 2027. Kebijakan itu, katanya, bukan formalitas, tetapi harus menjadi panduan dalam setiap penyusunan program.

Neni menegaskan bahwa kualitas SDM Pemerintah Kota sangat menentukan kesejahteraan warga. ASN diminta bekerja maksimal, memahami tugas pokok, serta memastikan pelayanan publik berjalan cepat, akurat, dan transparan. “Saya minta semua ASN bekerja maksimal. Jangan sampai ada program yang tidak dipahami pelaksanaannya. Kita ini pemerintah, bukan tempat formalitas. Yang kita urus adalah kesejahteraan masyarakat,” ucapnya. 

Baca Juga: Bedah Kasus Stunting, Wali Kota Bontang Neni Ingatkan Bahaya 1.000 HPK dan Tantangan Pola Asuh di Era Digital

Ia mencontohkan bagaimana data kesejahteraan pegawai dan masyarakat sangat memengaruhi pertumbuhan ekonomi di Bontang. Karena itu, setiap keputusan harus berbasis data yang tervalidasi.

Salah satu poin yang paling ditekankan Neni dalam arahannya adalah urgensi satu database kota yang valid dan terintegrasi. Tanpa data yang solid, pemerintah tidak dapat mengukur capaian, mengevaluasi, atau merencanakan program dengan benar.

“Kita tidak bisa mengukur keberhasilan kalau kita tidak punya data akurat. Berapa jumlah orang miskin? Berapa pengangguran? Berapa tenaga kerja lokal yang terserap perusahaan? Semua ini harus kita tahu, bukan sekadar angka di atas kertas,” tegasnya.

Ia bahkan menceritakan pengalamannya bertemu pemuda Bontang lulusan SMK yang berhasil bekerja di Kaltim Metanol Indonesia (KMI). Data seperti ini, katanya, harus dimiliki oleh Dinas Tenaga Kerja agar pemerintah tahu seberapa besar dampak kebijakan ketenagakerjaan.

Baca Juga: Wali Kota Neni Apresiasi Kegiaan IDI Bontang Goes to School

Neni juga meminta OPD seperti Dinas Kesehatan dan Puskesmas memahami betapa pentingnya data stunting yang valid. Bukan hanya menimbang balita, tetapi memastikan tidak muncul kasus stunting baru melalui pengawasan ibu hamil dan edukasi kesehatan masyarakat. “Data adalah kunci. Tanpa data yang akurat, tidak ada pemerintah yang bisa mengukur efektivitas programnya.”

Seluruh OPD diminta menjaga integritas, memperkuat koordinasi, memanfaatkan teknologi informasi, dan meningkatkan sinergi dengan sektor swasta serta lembaga masyarakat. Neni menutup arahannya dengan pesan bahwa perubahan tidak datang dari anggaran besar, tetapi dari komitmen, kerja nyata, dan data yang benar.

“Mari kita bekerja tanpa menyerah. Kita boleh lelah, tapi jangan kalah. Kita bangun Bontang tidak dengan saling meniru, tetapi dengan inovasi dan keberanian membuat perubahan,” tutupnya. (adv/riz)

14 Penghargaan yang diterima Kota Bontang sepanjang 2025

9 Januari 2025
- Arindama bidang Pembangunan Sosial
- Arindama Bidang Pembangunan Kelautan dan Perikanan
- Arindama Bidang Lingkungan Hidup
Penghargaan dari Pemprov Kaltim

23 Mei 2025
- WTP LHP LKPD 2024
Penghargaan dari BPK Kaltim

28 Mei 2025
- Penghargaan atas produk hukum yang berkualitas
Penghargaan dari Kemenkum RI

12 Juni 2025
- Penghargaan atas komitmen dalam pembiayaan maupun pengembangan BUMD Air Minum untuk pelayanan kepada masyarakat
Penghargaan dari Perpamsi

5 Agustus 2025
- Juara 1 Paritrana Award
Penghargaan dari Pemprov Kaltim

8 Agustus 2025
- Penghargaan Kota Layak Anak (KLA) Kategori Utama
Penghargaan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)

28 Agustus 2025
- Penghargaan sebagai kepala daerah pendukung Gerakan Zakat Indonesia
Penghargaan dari Baznas

15 September 2025
- Penghargaan Pejabat Dan Pimpinan Daerah Peduli BKPRMI Tingkat Nasional
Penghargaan dari Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI)

17 September 2025
- Penghargaan atas pembentukan Posbankum pada setiap kelurahan di Bontang
Penghargaan dari Kanwil Kementerian Hukum Kaltim

2 Oktober 2025
- Penghargaan kota paling berkelanjutan dalam bidang penataan ruang dan infrastruktur di Indonesia
Penghargaan dari UI GreenCityMetric 2025

2 Oktober 2025
- Top 3 Kota/Kabupaten dengan Nilai Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) Tertinggi untuk Kawasan Indonesia Bagian Tengah
Penghargaan dari Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi)

3 Oktober 2025
- Pemerintah kabukaten/kota se-Kaltim sebagai badan publik informatif
penghargaan dari Komisi Informasi Provinsi Kaltim

21 Oktober 2025
- Pemerintah daerah kota di wilayah I yang memperoleh kategori BB (sangat Baik) dalam hasil pengawasan kearsipan than 2024
Penghargaan dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI)

14 November
- Penghargaan ats komitmennya dalam menerapkan tata kelola dan pembangunan daerah berbasis konsep kota cerdas
Penghargaan dari Indonesia Smart Nation Award (ISNA) 2025

Editor : Muhammad Rizki
#neni moernaeni #Kota Bontang #penghargaan