Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Insentif Guru Swasta di Bontang Bakal Cair Awal Bulan Depan, Segini Besarannya

Adhiel kundhara • Rabu, 26 November 2025 | 20:40 WIB

TERIMA PENDAPATAN TAMBAHAN: Guru swasta di Kota Bontang akan disalurkan insentif dengan periode dua bulan dan nominalnya bertambah dari sebelumnya. 
TERIMA PENDAPATAN TAMBAHAN: Guru swasta di Kota Bontang akan disalurkan insentif dengan periode dua bulan dan nominalnya bertambah dari sebelumnya. 
 

BONTANG - Kabar gembira bagi guru swasta di Kota Bontang. Pasalnya insentif dari Pemkot Bontang akan dicairkan dalam waktu dekat. Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mengatakan skema pencairan telah memasuki tahap finalisasi dan ditargetkan cair pada awal Desember mendatang.

Ia menjelaskan insentif yang dicairkan sekaligus mencakup dua bulan pembayaran. Sesuai alokasi yang sebelumnya belum tersalurkan. “Paling lambat awal Desember langsung dua bulan. Terhitung November dan Desember. Insyaallah tidak ada kendala,” kata pejabat yang akrab disapa AH ini.

Dalam kesempatan itu,  AHjuga menyinggung kondisi kesejahteraan ASN di Bontang yang dinilai cukup tinggi. Termasuk Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang berada di atas rata-rata daerah lain di Kaltim. “Bontang salah satu kota yang menyejahterakan pegawai negeri. TPP-nya tinggi,” ucapnya.

Menurutnya, kualitas sumber daya manusia (SDM) tenaga pendidik di Bontang telah memenuhi standar nasional. Bahkan, banyak di antaranya yang berprestasi di level internasional. “Standar kualifikasi guru di Bontang sudah standar, bahkan melampaui. Banyak guru yang juara di event internasional, mulai dari matematika, bahasa Inggris, dan lainnya,” tutur dia.

Prestasi tersebut juga terlihat dari capaian siswa. AH menyebut beberapa lomba cerdas cermat dan kompetisi lainnya kerap dimenangkan oleh pelajar Bontang. “Artinya ekosistem pendidikan kita berjalan baik. Kolaborasinya kuat antara orang tua, masyarakat, dunia usaha, dan sekolah,”  terangnya.

Selain memastikan pencairan tahun ini, Pemkot juga menjamin bahwa insentif untuk tahun anggaran 2026 tetap aman. Pemkot telah menghitung kemampuan fiskal daerah berdasarkan proyeksi penerimaan Transfer Ke Daerah (TKD) yang dipengaruhi APBN.

Menurut AH, kondisi fiskal 2026 masih stabil selama penurunan APBN tidak melebihi angka Rp800 miliar. “Kalau skema tekanan APBN turunnya sekitar Rp800 miliar, semua insentif tetap aman. Guru, guru ngaji, penyuluh agama, kader posyandu, RT, semua aman di 2026,” ungkapnya.

Namun ia memberi catatan, jika ada perubahan signifikan seperti penurunan pendapatan negara hingga menyentuh Rp1,2 miliar atau terjadi kebijakan pemangkasan anggaran, maka penyesuaian bisa saja dilakukan. “Kalau dari Rp800 menjadi Rp1,2 triliun, tentu akan ada penyesuaian. Tapi untuk saat ini semuanya aman,” ujarnya.

Meski optimistis, AH mengingatkan ketergantungan APBN terhadap sektor sumber daya alam (SDA) membuat kondisi fiskal nasional sulit diprediksi. Menurutnya, fluktuasi harga komoditas bisa berdampak pada transfer ke daerah. “Penurunan penerimaan APBN biasanya karena harga SDA jatuh. Ini yang tidak bisa ditebak,” jelasnya.

Ia berharap situasi ekonomi nasional tetap stabil, sehingga seluruh program pemerintah termasuk pemberian insentif bagi tenaga pendidik swasta bisa terus berjalan tanpa hambatan. “Kita sama-sama berdoa. Kalau penerimaan stabil, insentif pasti aman,” sebutnya.

Diketahui tiap guru swasta akan mendapatkan Rp2 juta untuk tiap bulannya. Rinciannya Rp500 ribu dari Pemprov Kaltim, sedangkan sisanya dari APBD Bontang. Nominal ini mengalami pertambahan dibandingkan sebelumnya yakni Rp1,1 juta. Sebagai informasi kucuran insentif dari Pemprov Kaltim sudah disalurkan kepada rekening guru swasta masing-masing.

“Ini kami masih kebut terkait regulasi terkait dengan penambahan nominal,” pungkas Sekretaris Disdikbud Saparuddin.

Editor : Muhammad Ridhuan
#guru swasta #insentif #Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris #tambahan penghasilan pegawai