Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ratusan Pelajar Ikuti Talkshow Hari AIDS Sedunia di Bontang, Wakil Wali Kota Tekankan Edukasi Remaja Sejak Dini

Adhiel kundhara • Senin, 1 Desember 2025 | 21:01 WIB
Agus Haris memberikan pengarahan terkait pentingnya edukasi terkait penyakit HIV/AIDS di kalangan pelajar. (FOTO ADIEL KUNDHARA/KP)
Agus Haris memberikan pengarahan terkait pentingnya edukasi terkait penyakit HIV/AIDS di kalangan pelajar. (FOTO ADIEL KUNDHARA/KP)

KALTIMPOST.ID-Auditorium 3 Dimensi di Jalan Awang Long, Bontang, Senin pagi (1/12), mendadak dipenuhi ratusan pelajar berseragam SMP.

Mereka tak sekadar datang untuk mendengar ceramah, tetapi juga diajak memahami persoalan serius yang sering kali diselimuti stigma: HIV/AIDS.

Pemkot Bontang bersama Dinas Kesehatan dan PT Kaltim Parna Industri (KPI) menggelar Talkshow Hari AIDS Sedunia 2025 bertema “Know HIV, No Fear: Remaja Cerdas, Remaja Peduli”.

Kegiatan itu dibuka Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris (AH) yang hadir mewakili wali kota. Dalam sambutannya, AH menekankan bahwa edukasi kesehatan sejak dini merupakan investasi penting bagi masa depan generasi muda.

“Anak-anak hari ini adalah pemimpin 2045. Karena itu, mereka harus dibekali pengetahuan yang benar, termasuk soal HIV/AIDS. Dengan tahu, kita tidak takut, dan dengan paham, kita tidak memberi stigma,” ujarnya di hadapan peserta.

Ia menilai kegiatan itu menjadi ruang strategis untuk membentengi remaja dari informasi keliru seputar HIV/AIDS yang kerap beredar di media sosial.

Menurutnya, tantangan terbesar generasi muda di era digital bukan kekurangan informasi, melainkan berlimpahnya informasi yang belum tentu benar.

“Sekarang semua ada di gawai. Konten positif banyak, tapi yang negatif juga tidak sedikit. Kalian harus cerdas memilih dan menyaring. Semua perbuatan ada konsekuensinya,” katanya mengingatkan.

Dia mengingatkan pelajar agar fokus pada pendidikan dan menjauhi pergaulan bebas. Ia secara tegas mengimbau remaja untuk tidak terburu-buru pacaran.

“Pacaran bukan prioritas. Fokus belajar dulu. Pergaulan yang salah hari ini bisa berdampak panjang: pernikahan dini, perceraian, sampai risiko stunting,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, AH mengapresiasi keterlibatan PT KPI dalam mendukung program sosial dan kesehatan.

“Sekitar 70 persen pergerakan ekonomi Bontang ditopang sektor industri. Untuk itu kami berterima kasih, karena PT KPI konsisten mendukung program kebersihan, kesehatan, dan edukasi,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager PT KPI M Nasruddin mendorong siswa agar aktif bertanya kepada para narasumber. Ia berharap, dengan edukasi berkelanjutan, tren HIV/AIDS di Bontang semakin terkendali.

“Kota ini bisa maju karena sinergi pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Kami berharap siswa menjadi agen perubahan, dimulai dari diri sendiri dan lingkungan sekolah,” ucapnya.

Acara ini menghadirkan narasumber dari RSUD Taman Husada, DP3AKB Bontang, serta aktivis pemerhati HIV/AIDS.

Materi yang dibahas mencakup kesehatan reproduksi, pencegahan HIV, hingga pentingnya menghormati ODHA (orang dengan HIV/AIDS) tanpa stigma. (ADV PEMKOT BONTANG/rd)

Editor : Romdani.
#hari aids se-dunia #ibu kota nusantara #Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris #Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni #Kutai Barat