KALTIMPOST.ID-Sorak sorai penonton memuncak di Lapangan Formula Mini Soccer, Minggu malam (30/11).
Lampu stadion menyala terang, menyinari momen puncak Turnamen Sepak Bola Mini Wali Kota Cup 2025 yang ditutup Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni.
Aroma kemenangan, sportivitas, dan hiburan rakyat berpadu menjadi satu dalam gelaran akbar yang selama sepekan terakhir menyedot animo pecinta bola di Kota Taman.
Sebelum penutupan, laga final kategori U-45 menjadi sajian utama yang membakar adrenalin penonton.
Duel sengit antara ASBON melawan PAMA berakhir dengan kemenangan PS PAMA sebagai juara pertama.
Sementara di kategori Open Tournament, Marine Squad FC tampil sebagai kampiun setelah menundukkan Tipalayo FC yang harus puas di posisi runner-up.
Tak hanya soal perebutan gelar, turnamen ini juga melahirkan para bintang lapangan. M Akbar dari Tipalayo FC merebut gelar top skor untuk kategori open. Sedangkan predikat best player disabet pemain Marine Squad FC.
Di kategori U-45, Muhammad Ali (PAMA FC) keluar sebagai top skor. Sementara Haeruddin (ASBON FC) dinobatkan sebagai pemain terbaik.
Dalam sambutannya, Neni menegaskan bahwa olahraga bukan sekadar hiburan, tetapi investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia.
“Alhamdulillah, IPM Bontang kini mencapai 82,47 persen, jauh di atas rata-rata nasional yang sekitar 74 persen. Salah satu kuncinya adalah kesehatan. Olahraga seperti ini menjadi sarana membangun generasi yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing,” kata Neni.
Tak hanya itu, Neni menyampaikan komitmen besar untuk pengembangan fasilitas olahraga.
Ia berjanji, ke depan setiap kelurahan akan memiliki lapangan mini soccer, termasuk kawasan pesisir.
“Insyaallah, pembangunan lapangan mini soccer akan kita perluas. Tahun depan hadiahnya juga kita tingkatkan. Bontang harus menjadi kota yang ramah olahraga,” tegasnya.
Neni menekankan pentingnya efek ekonomi dari setiap event besar, dengan melibatkan UMKM lokal.
“Setiap turnamen harus ada event UMKM. Uang harus berputar di Bontang, ekonomi warga ikut tumbuh,” katanya.
Menutup acara, dia memberi semangat kepada seluruh peserta. “Bagi yang belum menang, jangan patah hati. Tahun 2026 kita buat lebih meriah, hadiahnya lebih besar, dan door prize lebih banyak,” ucapnya disambut tepuk tangan penonton.
Wali Kota Cup 2025 pun berakhir, meninggalkan harapan baru bagi geliat olahraga dan ekonomi kreatif di Bontang.
Turnamen itu bukan sekadar kompetisi, tetapi panggung kebersamaan yang menguatkan semangat sportivitas dan persatuan.
Malam penutupan berlangsung semarak dengan dihadiri sejumlah tokoh nasional dan pejabat daerah.
Di antaranya Ketua Komite I DPD Andi Sofyan Hasdam, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Bontang, anggota DPRD Bontang, perwakilan Dispopar dan Disdikbud, Arhanud 7/ABC, pimpinan Bankaltimtara dan BRI, ketua KONI Bontang, ketua KPU, Askot PSSI, hingga Ketua Komunitas Sepak Bola Mini Indonesia (KSMI) Bontang Andi Amri. (ADV PEMKOT BONTANG/rd)
Editor : Romdani.