KALTIMPOST.ID, BONTANG - Aliran energi bagi rumah tangga di Bontang mengalami gangguan sejak awal pekan. Aktivitas masyarakat yang bergantung pada jaringan gas turut terdampak akibat penghentian pasokan yang terjadi secara mendadak.
Situasi ini memicu perhatian berbagai pihak karena gangguan berlangsung di seluruh wilayah kota. Upaya penanganan kini menjadi fokus utama agar layanan kembali stabil.
Baca Juga: Waspadai Infeksi Menular Seksual, Ancaman Nyata di Balik Peringatan Hari HIV/AIDS Sedunia
Direktur Utama PT Bontang Migas dan Energi (BME) Erwin menyampaikan bahwa penurunan tekanan muncul tiba-tiba dan mengganggu kestabilan suplai. Demi keamanan, aliran gas harus dihentikan sementara.
“Masalah ini muncul di area Manifold MS Tugu. Untuk menjaga keamanan jaringan, aliran gas harus dihentikan terlebih dahulu,” ujarnya.
Erwin memastikan tim maintenance BME bersama Pertamina Gas sudah berada di lokasi dan langsung melakukan penanganan. Perbaikan dilakukan bertahap untuk menjamin hasil yang aman dan optimal.
“Petugas kami terus berkoordinasi di lokasi. Proses perbaikan sedang berjalan dan kami fokus mempercepat penyelesaian,” katanya.
Ia mengimbau pelanggan jargas agar tetap tenang. Erwin menegaskan bahwa gangguan bersifat teknis dan sedang ditangani secepat mungkin.
Baca Juga: Anggaran PUPR Kaltim Anjlok, Begini Nasib Program Bedah Rumah Tahun Depan
“Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat. Mohon kesabaran pelanggan hingga perbaikan selesai. Keselamatan jaringan dan pelanggan tetap menjadi prioritas kami,” tuturnya.
BME menargetkan aliran jargas dapat dipulihkan dalam waktu dekat setelah tekanan kembali stabil. “Kami bekerja maksimal untuk memastikan layanan segera normal,” ucap Erwin. (*)
Editor : Ery Supriyadi