KALTIMPOST.ID- Proyek pemasangan jaringan gas rumah tangga (jargas) di Kota Bontang tak hanya dinanti masyarakat, tetapi juga membuka peluang kerja bagi ratusan tenaga lokal. Direktur Teknis PT Noorel Idea Azril mengatakan fase konstruksi akan menyerap 200 hingga 300 pekerja, menyesuaikan kebutuhan lapangan.
Menurut dia, kebutuhan tenaga kerja terbesar ada pada pekerjaan konstruksi yang membutuhkan ritme cepat dan presisi. Meski demikian, beberapa jenis pekerjaan teknis tertentu tetap membutuhkan tenaga ahli dari luar daerah, terutama dari Jawa.
“Untuk konstruksi lokal, kami pakai tenaga kerja dari sini. Tapi untuk pekerjaan unik yang butuh keahlian khusus, biasanya kami datangkan tenaga dari Jawa. Kalau bisa dikerjakan orang lokal, tentu kami prioritaskan,” kata Azril.
Ia menjelaskan bahwa jumlah tenaga kerja yang dikerahkan juga sangat bergantung pada target harian pemasangan. Dengan target penyelesaian hingga Juli, pihaknya membutuhkan minimal 100 sambungan per hari.
Baca Juga: Pendapatan Pajak Hiburan Bontang Stagnan, Kontribusi XXI dan Karaoke Belum Naik
“Kalau kurang tenaga, kami tambah. Tapi tidak bisa langsung mendatangkan banyak orang. Tenaga ahli ini biasanya tidak mau standby kalau tidak ada pekerjaan, karena mereka dibayar per kegiatan,” ucapnya,
Meski melibatkan ratusan orang, pola kerja tetap dibuat fleksibel. PT Noorel Idea akan mengukur progres harian untuk menentukan apakah penambahan pekerja diperlukan atau tidak. Hal ini dilakukan untuk menjaga efisiensi serta menghindari penumpukan tenaga yang tidak terserap di lapangan.
Sementara material pemasangan jargas telah dijadwalkan tiba di Bontang bulan ini, sehingga keberangkatan pekerja, baik lokal maupun pendukung dari luar daerah, dapat segera disesuaikan dengan jadwal konstruksi.
Baca Juga: Puncak Arus Mudik Nataru, Pelabuhan Loktuan Bontang Dipadati Penumpang Tujuan Daerah Ini...
Selain soal tenaga kerja, Azril menegaskan pihaknya tetap harus menyesuaikan pekerjaan dengan kondisi lapangan. Sejumlah wilayah tengah dibenahi melalui pembangunan drainase dan trotoar. Karena itu, koordinasi dengan kontraktor lain dan pemerintah menjadi kunci agar proses galian tidak mengganggu pembangunan yang baru berjalan.
“Kalau ada titik yang belum boleh dibongkar, kami tunda dulu. Prinsipnya harus sesuai volume dan siap audit. Tidak boleh kurang,” tutur dia. Perusahaan ini bermarkas di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Mengacu Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), perusahaan tersebut menawar dengan nominal Rp196.756.145.588. Dari pagu anggaran yang dipatok Kementerian ESDM yakni Rp215,4 miliar.
Total sambungan rumah (SR) jargas Bontang yang akan terpasang mencapai 10.553 SR, bagian dari paket pembangunan nasional 26.137 SR untuk tiga wilayah yakni Bontang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Tana Tidung. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki