Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Penggunaan Cash Register Belum Terlihat, Pendapatan Pajak Parkir di Bontang Masih Rendah

Adhiel kundhara • Minggu, 14 Desember 2025 | 17:18 WIB

 

TITIK PENGGUNAAN: Plaza Ramayana diharapkan menjadi salah satu penyumbang pendapatan daerah dari sektor pajak parkir. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP
TITIK PENGGUNAAN: Plaza Ramayana diharapkan menjadi salah satu penyumbang pendapatan daerah dari sektor pajak parkir. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP

KALTIMPOST.ID, BONTANG- Pendapatan Kota Bontang dari sektor pajak parkir masih belum terlalu signifikan. Padahal waktu tidak kurang dari sebulan lagi untuk 2025. Berdasarkan data dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) capaian pajak parkir baru Rp264.528.979 di awal bulan ini.

“Capaiannya baru 62,88 persen. Mengingat target yang kami patok yakni Rp420.679.000,” kata Plt Kepala Bapenda Bontang Syahruddin.

Ia menjelaskan sejatinya di beberapa titik sudah mulai menggunakan alat pencatatan pembayaran (cash register). Kendati demikian belum ada lonjakan signifikan terhadap kas daerah. “Belum terlalu mendongkrak juga,” ucapnya.

Ia menilai masih ada sejumlah kendala di lapangan. Termasuk lemahnya kedisiplinan pengelola parkir dalam melaporkan setoran riil ke pemerintah daerah. Sebagai catatan pendapatan dari pajak parkir tahun lalu juga tidak terpenuhi targetnya.

“Tahun ini juga sepertinya sulit. Memang perlu ketegasan dari kami Bapenda terhadap para pengelola pajak parkir,” tutur dia.

Alat tersebut berfungsi mencatat setiap transaksi pembayaran secara otomatis dan langsung terhubung ke sistem Bapenda, sehingga seluruh aktivitas parkir dapat dipantau secara real time.

Bapenda telah menempatkan alat cash register di tujuh titik strategis yang menjadi pusat aktivitas parkir padat. Meliputi kawasan Ramayana Plaza, Depan Mapolres Bontang, The Bahagia Cafe, Bontang Plaza, Mi Gacoan, Indomaret Pisangan, dan Kenari Water Park.


Syahruddin menyebut, sistem cash register sudah terhubung langsung dengan server Bapenda. Setiap pembayaran parkir tercatat lengkap.

Mulai dari waktu transaksi, nominal, hingga lokasi, sehingga peluang manipulasi semakin kecil. “Kalau alatnya digunakan, datanya langsung terkoneksi ke sistem kami. Tinggal kami awasi dan evaluasi penggunaannya secara rutin,” pungkasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
#Bapenda Bontang #Syahruddin #pajak parkir