Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ribuan Warga Terdampak Banjir di Kelurahan Api-Api, Ketinggian Air Sampai Lutut Orang Dewasa

Adhiel kundhara • Minggu, 21 Desember 2025 | 17:51 WIB
TINJAU LOKASI: Lurah Api-Api Hadha Sulistiyono menyerahkan bantuan berupa paket makanan kepada warga yang terdampak banjir.
TINJAU LOKASI: Lurah Api-Api Hadha Sulistiyono menyerahkan bantuan berupa paket makanan kepada warga yang terdampak banjir.

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Banjir kiriman yang melanda Kelurahan Api-Api, Kota Bontang, Sabtu (20/12/2025) berdampak pada ribuan warga di belasan RT. Kelurahan Api-Api bergerak cepat melakukan pendataan, peninjauan lapangan, hingga pendistribusian bantuan kepada warga terdampak.

Lurah Api-Api Hadha Sulistiyono mengatakan banjir merendam sejumlah wilayah dengan jumlah warga terdampak cukup besar. Berdasarkan data sementara kelurahan, total warga terdampak mencapai ribuan jiwa yang tersebar di beberapa RT. Bahkan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.

“Pendataan kami lakukan melalui ketua RT masing-masing agar data valid dan bantuan tepat sasaran,” kata Hadha. Adapun data warga terdampak banjir meliputi RT 29 dengan jumlah terdampak terbanyak, yakni 200 KK atau sekitar 600 jiwa.

Disusul RT 37 sebanyak 125 KK atau 350 jiwa, RT 35 sebanyak 50 KK atau 200 jiwa, RT 28 sebanyak 36 KK atau 150 jiwa, RT 22 dan RT 23 masing-masing 30 KK atau 125 jiwa, RT 30 sebanyak 25 KK atau 120 jiwa, serta RT lainnya seperti RT 11, RT 13, RT 24, RT 33, RT 39, dan RT 08.

Selain pendataan, pihak kelurahan juga melakukan peninjauan langsung ke lokasi banjir bersama unsur terkait. “Kami turun langsung bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan LKK Api-Api untuk memastikan kondisi warga serta kebutuhan mendesak di lapangan,” ucapnya.

Dalam proses penanganan banjir, kelurahan juga mendistribusikan bantuan sembako dan makanan siap saji. Distribusi dilakukan secara door to door, termasuk bersama Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris atas arahan Wali Kota Neni Moerniaeni.

Dapur umum tercatat berada di RT 30, RT 37, dan RT 22, yang menjadi pusat distribusi makanan bagi warga terdampak. Selain itu, bantuan juga disalurkan langsung ke rumah-rumah warga di beberapa RT lainnya.

Bantuan tersebut berasal dari berbagai pihak, termasuk perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dan Dinas Sosial. Rinciannya, PT Badak menyumbang 200 bungkus, PT Indominco 600 bungkus, PT Pupuk Kaltim (PKT) 200 bungkus, Bank Kaltimtara 100 bungkus, serta Dinas Sosial 200 bungkus nasi bungkus.

Tak hanya fokus pada penanganan darurat, Kelurahan Api-Api juga menyiapkan langkah pascabanjir. Hadha menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) untuk menangani penyebab banjir, khususnya di beberapa titik sungai yang belum terturap.

“Beberapa wilayah sungai masih belum tersambung turap, itu menjadi sumber banjir. Untuk sementara akan diupayakan penanganan dengan metode sand bag atau tanggul darurat,” tutur dia.

Terkait jadwal penanganan permanen, Hadha mengatakan kelurahan menunggu tindak lanjut dari Dinas PUPRK. “Kami sudah koordinasi, untuk pelaksanaan teknis apakah akhir bulan ini atau tahun depan, akan disesuaikan dengan anggaran dan kondisi lapangan,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#bontang #banjir #Kelurahan Api Api #Terdampak #ribuan warga