BONTANG - Prestasi olahraga daerah menjadi salah satu perhatian Pemkot Bontang. Khususnya jelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026 yang rencananya digelar di Kabupaten Paser, November mendatang.
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris menegaskan rapat kerja KONI yang diselenggarakan pada 30 Desember 2025 ini tidak boleh sekadar menjadi agenda rutin, melainkan harus menghasilkan rekomendasi yang jelas dan berorientasi pada prestasi tertinggi.
“Kalau saya memaknai rekomendasi itu, rekomendasi juara. Targetnya jelas, juara satu,” kata pejabat yang akrab disapa AH ini di Auditorium Tiga Dimensi.
Ia optimistis Bontang mampu meraih prestasi tertinggi di Porprov 2026, asalkan seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama dan menjalankan perannya secara maksimal. Dalam hal ini, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) disebut memiliki peran strategis sebagai regulator sekaligus fasilitator.
“Dispora itu punya peran penting. Ada aturan yang harus disepakati, mekanisme yang dijalankan bersama, tentu disesuaikan dengan kondisi daerah kita,” ucapnya.
AH menilai saat ini posisi prestasi olahraga Bontang masih berada di papan tengah. Mengingat mengacu hasil Porprov sebelumnya di Berau, Kontingen Bontang harus puas berada di urutan keenam. Dari 10 kabupaten/kota di Kaltim.
“Kalau kita di peringkat enam, itu tidak sampai 50 persen. Kita tidak mau di situ. Target kita harus naik, harus juara,” tutur dia.
Ia menekankan, sebagai kota industri dengan kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang masuk tiga besar, Bontang seharusnya mampu mengolaborasikan potensi ekonomi dengan pengembangan prestasi olahraga. Ditunjang dengan SDM yang mumpuni.
“Publik memandang Bontang sebagai kota kaya karena industrinya. Maka itu harus dikolaborasikan, termasuk untuk pembinaan atlet,” tutur dia.
Untuk itu, AH meminta agar setelah rapat kerja, seluruh pengurus KONI Bontang kembali duduk bersama secara menyeluruh. Pembahasan harus mencakup pemetaan peluang, tantangan, hingga target yang realistis namun ambisius.
“Program harus disusun rapi. Atletnya siapa, cabang unggulannya apa, fasilitas latihannya bagaimana. Semua dibicarakan dengan serius,” terangnya.
Diketahui pada porprov sebelumnya 53 medali emas, 77 perak, dan 147 perunggu berhasil dipersembahkan untuk Kota Bontang
Editor : Muhammad Ridhuan