BONTANG - Penanganan banjir masih menjadi perhatian serius Pemkot Bontang. Bahkan enam proyek pembangunan infrastruktur penanggulangan banjir akan dikucur melalui bantuan keuangan (Bankeu) dari Pemprov Kaltim.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Bontang Syahruddin mengatakan alokasi Bankeu di tahun ini mencapai Rp88,85 miliar. Nominal ini hanya 10 persen dari usulan yang diajukan sebelumnya.
“Kami mengajukan Rp 880 miliar dan mendapatkan 10 persen dari angka tersebut. Ada enam kegiatan nantinya,” kata Syahruddin.
Pembangunan saluran drainase di Kelurahan Gunung Telihan memperoleh Rp 10,7 miliar. Menurutnya pengerjaan saluran drainase ini sangat penting supaya air dari hulu terbendung dan tidak masuk ke permukiman warga.
“Masih ada beberapa titik di Gunung Telihan yang belum tertangani saluran drainasenya. Tentunya bertahap,” ucapnya.
Kemudian pembangunan Polder Tanjung Laut juga masuk dalam pembiayaan Bankeu. Terdapat dua pagu untuk infrastruktur itu yakni Rp 10,1 dan Rp 7,52 miliar. Sebelumnya rencana Polder Tanjung Laut yang berlokasi di Jalan Selat Karimata berfungsi untuk menampung debit air dari saluran draianase primer di arah Jalan Jenderal Soedirman.
“Sebelumnya sudah ada upaya pengadaan lahan yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK),” tutur dia.
Berdasarkan informasi sebelumnya, pagu anggaran untuk pembangunan Polder Tanjung Laut dibutuhkan Rp 43 miliar. Selanjutnya infrastruktur yang disuplai dari Bankeu yaitu pembangunan saluran drainase primer di Api-Api. Totalnya mencapai Rp 20 miliar.
“DAS Bontang masih membutuhkan penanganan karena belum seluruhnya terturap,” terangnya.
Terakhir, dua proyek yang didanai Bankeu yakni pembangunan saluran drainase primer di Kelurahan Guntung. Proyek ini terbagi dalam dua segmen. Nominalnya yakni Rp 15 dan Rp 25 miliar. “Pada intinya penanganan banjir masih menjadi prioritas utama,” pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki