Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

SPPG 006 Bontang Selatan  Beroperasi Pertengahan Januari: Sasar 901 Penerima Manfaat Awal

Adhiel kundhara • Senin, 5 Januari 2026 | 13:45 WIB

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni meninjau ruangan di dapur MBG 006 Bontang Selatan.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni meninjau ruangan di dapur MBG 006 Bontang Selatan.

BONTANG - Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 006 Bontang Selatan telah diresmikan oleh Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, Senin (5/1/2026). Dapur yang berlokasi di Jalan Antasari ini bakal mulai beroperasi secara bertahap, pertengahan Januari 2026.

Tahap awal, dapur ini menyasar 901 penerima manfaat. Terdiri dari peserta didik SD, balita non-PAUD, serta ibu hamil dan menyusui yang masuk dalam kelompok prioritas 3B sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Badan Gizi Nasional (BGN).

Kepala SPPG 006 Bontang Selatan David Diva mengatakan pada awal masa operasional, BGN menetapkan batas maksimal 1.000 penerima manfaat untuk dapur yang baru mulai berjalan. Karena itu, pihaknya memilih sekolah dan layanan kesehatan yang lokasinya paling dekat dengan dapur.

“Untuk awal running, kami menyasar SD 003, SD 010, serta Posyandu Cemerlang. Total penerima manfaatnya 901 orang. Ini sudah sesuai SOP BGN, di mana kelompok 3B wajib didahulukan,” kata David.

Ia menerangkan kelompok 3B mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Pola penyaluran bantuan gizi untuk kelompok ini berbeda dengan anak sekolah. Jika anak sekolah menerima makanan bergizi lengkap (MBG) Senin hingga Jumat dan paket kering pada Sabtu, maka kelompok 3B akan mendapatkan kombinasi MBG dan paket camilan bernutrisi secara bergantian.

“Untuk 3B, Senin dan Kamis sama seperti anak sekolah, MBG berat. Selasa dan Rabu berupa snack atau camilan. Jumat dan Sabtu kami selang-selingkan antara basahan dan keringan,” ucapnya

Secara nasional, pelaksanaan program MBG direncanakan serentak mulai 8 Januari. Namun, David menyebut dapur 006 kemungkinan baru mulai pada minggu kedua atau ketiga, menyesuaikan kesiapan administrasi dan teknis.

“Masih ada syarat yang harus dipenuhi sebelum running, seperti pelatihan penjamah makanan dan pemeriksaan kesehatan (MCU) seluruh SDM dapur, dari kepala dapur hingga relawan. Saat ini kami masih dalam proses pendaftaran,” tutur dia.

Dari sisi sumber daya manusia, antusiasme warga Bontang Selatan, khususnya Kelurahan Berbas Pantai, dinilai sangat tinggi. Lebih dari 90 orang mendaftar, dan telah disaring menjadi 30 tenaga kerja. Mulai dari juru masak, chef, pencuci peralatan, hingga tenaga distribusi.

“Semua kami prioritaskan warga sekitar yang memang membutuhkan pekerjaan,” terangnya.

Ke depan, cakupan layanan SPPG 006 akan diperluas secara bertahap. Setelah periode awal berjalan sekitar dua minggu, dapur ini akan menambah sasaran ke SD 005, disusul TK ABA, dan lembaga pendidikan lainnya. Total maksimal penerima manfaat per dapur nantinya mencapai 3.000 orang, sesuai ketentuan terbaru BGN, dengan komposisi sekitar 2.500 anak sekolah dan 500 kelompok 3B.

“Sekolah-sekolah itu sebenarnya sudah kami petakan semua. Tapi kami mainkan bertahap karena ada batas maksimal penerima. Naik kursi pelan-pelan,” sebutnya.

Sementara Neni Moerniaeni menyebut dapur 006 Bontang Selatan merupakan yang terbaik pernah dilihat. Ruangannya pun luas dan sesuai dengan tata letak mengacu SOP program MBG.

“Ini merupakan dapur pertama yang saya resmikan. Sebelumnya biasanya pak wakil yang resmikan. Saat ini sudah 13 dapur beroperasi di Kota Bontang,” pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#dapur SPPG #Badan Gizi Nasional (BGN) #Neni Moerniaeni #Bontang Selatan