Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Neni Moerniaeni Targetkan Penguatan SDM dan Revitalisasi UGD Taman Sehat Bontang

Adhiel kundhara • Selasa, 6 Januari 2026 | 17:37 WIB
BERTAHAP: Pengoperasionalan Rumah Sakit Taman Sehat dipastikan dalam waktu dekat setelah SDM dan prasarana terpenuhi. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP
BERTAHAP: Pengoperasionalan Rumah Sakit Taman Sehat dipastikan dalam waktu dekat setelah SDM dan prasarana terpenuhi. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP

KALTIMPOST.ID, BONTANG- Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menegaskan komitmennya untuk memperkuat layanan kesehatan melalui optimalisasi Rumah Sakit Taman Sehat. Fokus utama Pemkot saat ini adalah penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, sarana dan prasarana (sapras), serta fasilitas penunjang lain agar pelayanan kesehatan masyarakat semakin maksimal.

Neni menyampaikan dirinya telah meminta secara langsung kepada kepala dinas terkait untuk segera menyelesaikan persiapan SDM sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan. Langkah tersebut dilakukan seiring dengan pemenuhan infrastruktur pendukung rumah sakit.

“Target saya kepala dinas menyiapkan dulu SDM-nya sesuai kompetensinya, kemudian sarana prasarana dan fasilitas penunjang lainnya. Insyaallah semua berjalan bertahap,” kata Neni.

Ia menjelaskan Pemkot Bontang juga tengah merencanakan revitalisasi pada unit gawat darurat (UGD) yang berada di lantai bawah gedung Taman Sehat. Menurutnya, sejak awal konsep pengembangan rumah sakit yang berlokasi di Gang Pencak Silat 5, Api-Api ini memang IGD difokuskan di bagian bawah, karena masih banyak ruang kosong yang dapat dimanfaatkan secara optimal.

“UGD memang dari awal konsepnya di bawah. Pembangunan rumah sakit ini kan bertahap. Dulu tidak dilanjutkan, tidak apa-apa, sekarang kita lanjutkan secara bertahap,” ucapnya.

Selain UGD, revitalisasi juga akan menyentuh sejumlah fasilitas pendukung lainnya, seperti kamar jenazah dan layanan laundry. Neni menegaskan pembangunan dan pengembangan rumah sakit tidak bisa dilakukan sekaligus, melainkan harus berkesinambungan sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran.

“Namanya pembangunan rumah sakit pasti bertahap. Rumah sakit kita juga terus berkembang tahap demi tahap,” tutur dia.
Untuk penguatan layanan, Neni memastikan pengisian SDM akan disesuaikan dengan regulasi terbaru Kementerian Kesehatan (Permenkes). Termasuk penambahan tenaga dokter spesialis untuk mengurai kepadatan layanan, terutama di UGD yang selama ini cukup penuh.

Ia juga menyinggung perubahan sistem klasifikasi rumah sakit oleh Kementerian Kesehatan. Saat ini, penilaian rumah sakit tidak lagi berfokus pada tipe D, C, atau B, melainkan lebih pada kompetensi layanan dan ketersediaan tenaga spesialis.

“Sekarang bukan lagi soal tipe rumah sakit, tapi kompetensinya. Misalnya ada spesialis jantung, ya itu yang dinilai. Tipe lebih ke urusan honor dan jumlah tempat tidur,” terangnya.

Terkait Rumah Sakit Taman Sehat, Neni menyebutkan bahwa rumah sakit tersebut berstatus rumah sakit umum, dengan layanan spesialis dasar seperti penyakit dalam, anak, kebidanan dan kandungan (obgyn), serta bedah. Namun, jumlah spesialis tetap fleksibel menyesuaikan kebutuhan daerah.

“Bisa empat, bisa juga dua dulu, tidak ada masalah. Yang penting pelayanannya jalan dan masyarakat terlayani dengan baik,” pungkasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
#Rumah Sakit Taman Sehat Bontang #Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni #revitalisasi UGD