KALTIMPOST.ID, BONTANG - Hujan deras disertai angin kencang mengguyur Kota Bontang sejak Rabu (7/1/2026) pukul 22.00 Wita. Cuaca ekstrem ini memicu luapan sungai di sejumlah wilayah, termasuk permukiman warga RT 29, Kelurahan Api-Api, tepatnya di belakang Bank Dhanarta Dwiprima.
Genangan mulai memasuki rumah warga sekitar pukul 00.00 Wita. Warga pun bergerak cepat menyelamatkan barang berharga dan memindahkan kendaraan ke area yang lebih tinggi, salah satunya di depan bangunan baru kantor kelurahan.
Warga RT 29 Api-Api, Heri Subagyo, mengatakan ketinggian air terus meningkat hingga mencapai sekitar 40 sentimeter pada pukul 05.00 Wita. Menurutnya, air berasal dari sungai yang meluap melalui celah bibir sungai yang belum diturap.
Baca Juga: Bansos Bisa Hilang Mendadak, Kemensos Kini Pantau Transaksi Judi Online KPM
“Air masuk dari bagian sungai di RT 37 Api-Api yang belum diturap, lebarnya sekitar 30 meter. Karena RT 29 ini datarannya lebih rendah, air berkumpul di sini,” ujarnya.
Selama banjir, warga memilih berjaga di rumah masing-masing, terutama mereka yang memiliki rumah dengan lantai rendah. Hingga pukul 08.00 Wita, genangan mulai surut meski masih perlahan.
“Sisa air tinggal setinggi mata kaki,” kata Heri.
Warga lain, Bibit, mengaku banjir membuatnya tak bisa berangkat kerja. Sepeda motor miliknya terjebak genangan sehingga tak dapat dikeluarkan dari rumah.
“Kendaraan tidak bisa keluar saat mau berangkat kerja,” terangnya.
Ia berharap air segera surut agar aktivitas warga kembali normal. Bibit juga meminta pemerintah kota memprioritaskan penanganan di wilayah yang masih kerap terdampak banjir.
“Di tempat lain sudah surut, tapi RT 29 ini masih jadi langganan banjir,” pungkasnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi