KALTIMPOST.ID-Setelah proses pembersihan akibat banjir yang terjadi pada 8 Januari silam, warga RT 29 Api-Api kembali dipusingkan dengan luapan air sungai. Kondisi ini terjadi pada Minggu (11/1/2026). Intensitas hujan yang terjadi di Sabtu (10/1/2026) membuat pasokan air dari wilayah hulu sangat deras.
Salah satu warga RT 29 Heri Subagyo mengatakan air mulai menggenangi ruas Jalan Polo Air sekira 09.00 Wita. “Dapat kiriman lagi dari hujan semalam,” kata Heri sembari menunjuk luapan air sungai.
Ketinggian air di lokasi tersebut mencapai 30 sentimeter. Namun air masih bertambah secara pelan. Menurutnya pihak pengurus RT masih melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak banjir.
Baca Juga: Setelah Lapangan Minisoccer, Pemkot Bontang Bakal Lanjut Bangun Sejumlah Fasilitas di HOP 1
Sementara warga RT 29 lainnya Bibit mengharapkan Pemkot segera mencari solusi terkait kejadian ini. Ia pun menyadari di beberapa titik seperti Satimpo sudah tidak terjadi banjir pasca penurapan dan pelebaran saluran drainase.
“Harus ada solusi pendeknya. Kita percaya ada rencana jangka panjang. Tapi kasihan warga selalu kebanjiran. Sepekan sudah dua kali,” ucapnya. Diketahui, RT 29 berada di samping DAS Bontang. Tepatnya di belakang Bank Dhanarta Dwiprima.
Berdasarkan pantauan Kaltim Post, masih ada titik bantaran sungai yang belum ditanggul. Lokasi tepatnya di RT 37. Air kemudian menuju ke RT 29 yang secara kontur lebih rendah.
Namun ketika debit sungai sudah tinggi dan pintu air sungai ditutup maka genangan air tertahan di lokasi tersebut. Akibat dari kejadian ini, akses Jalan Polo Air tidak bisa dilalui kendaraan. Warga pun menitipkan kendaraannya di halaman Kantor Kelurahan agar tidak terkena air sungai. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki