KALTIMPOST.ID, BONTANG - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Abdu Safa Muha memastikan pengerjaan pembangunan ruang kelas baru (RKB) SD 007 Bontang Utara masuk proses penyelesaian.
Ia pun meminta kontraktor tetap merapikan sesuai dengan arahan dari Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni. “Progresnya sudah mencapai 98 persen,” kata Safa.
Sejatinya kontrak kerja telah berakhir pada 29 Desember 2025 lalu. Namun kontraktor meminta penambahan waktu selama 30 hari. Akibatnya kontraktor yakni Sawerigading Borneo Utama wajib membayar Rp10 juta per harinya.
“Semakin lama molornya maka denda yang harus dibayar tambah banyak. Mereka (kontraktor) mintanya tambahan waktu satu bulan,” ucapnya.
Ia menyebutkan keterlambatan pengerjaan di awal disebabkan material tanah uruk. Pasalnya pengerjaan ini tidak bisa disuplai dari galian C ilegal. “Kalau beli yang ilegal pasti ditangkap kami,” tutur dia.
Terkait tenaga kerja yang dipakai untuk mempercepat proses pembangunan sejumlah 50 orang. Bahkan pengerjaan dikebut hingga malam hari. “Syarat yang disoroti kepala daerah harus dilakukan. Seperti perbaikan lantai yang patah hingga cat yang tidak rapi,” terangnya.
Proyek ini bertujuan untuk proses relokasi SD 007 Bontang Utara. Namun nantinya skema relokasi berjalan bertahap. Pasalnya baru delapan RKB yang terbangun. Sementara luasan area untuk sekolah ini mencapai 1,5 hektare.
“Jadi nanti sebagian di gedung baru, sisanya di tempat lama. Paling tidak sudah tidak dua sif lagi,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo