KALTIMPOST.ID, BONTANG – Pemkot Bontang bersiap merealisasikan program Sekolah Rakyat yang digagas Kementerian Sosial (Kemensos). Tahap awal, pemkot akan menjalankan sekolah rintisan sebelum sekolah rakyat permanen beroperasi penuh.
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mengatakan pihak Kemensos telah meminta sejumlah data pendukung untuk finalisasi program tersebut. Data itu disiapkan bersama lintas instansi, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).
“Detailnya memang sedang difinalisasi bersama PU dan Disdik. Kita juga sudah bahas di grup koordinasi,” kata pejabat yang akrab disapa AH ini.
Ia menyebutkan kunjungan dari pihak pusat dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat. Diperkirakan antara akhir Januari hingga awal Februari.
Sekolah rintisan ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru, Juli mendatang. Namun, jumlah siswa yang akan ditampung masih menunggu hasil finalisasi data.
“Jumlah siswanya tergantung data yang sekarang sedang kita rapikan. Tapi prinsipnya, sekolah rintisan ini menjadi langkah awal sebelum sekolah rakyat berjalan penuh,” ucapnya.
Menurutnya, kesiapan infrastruktur menjadi faktor utama penentuan jadwal operasional. Untuk itu, koordinasi intens dilakukan antara PUPRK, Disdik, dan instansi terkait lainnya.
Terkait lokasi, AH mengungkapkan terjadi perubahan rencana. Awalnya, sekolah rintisan direncanakan berlokasi di kawasan Rusunawa Guntung, namun setelah mempertimbangkan efisiensi dan keberlanjutan, pemkot memilih memusatkannya di Gedung Olahraga (GOR) Taman Prestasi, Bontang Lestari.
“Kalau di Guntung itu sifatnya sementara. Hanya satu semester atau satu tahun, setelah itu harus dikembalikan lagi,” katanya.
Dengan memanfaatkan GOR Taman Prestasi , pemkot berencana melakukan perbaikan struktur tanpa perlu mengubah desain besar di kemudian hari. Ia pun optimistis persiapan sarana bisa dirampungkan sebelum tahun ajaran baru
“Tinggal penyekatan itu cepat saja. Nantinya, setelah itu bisa dimanfaatkan juga untuk cabang olahraga. Dispora juga rencananya akan dipusatkan di sana,” tambahnya.
Sehubungan anggaran nantinya untuk rintisan sekolah rakyat mendapat suplai 10 persen dari pagu anggaran sekolah rakyat. Artinya 10 persen dari Rp 250 miliar. Bersumber langsung dari APBN. (*)
Editor : Duito Susanto