KALTIMPOST.ID-Pemkot Bontang terus mematangkan basis data tenaga kerja lokal yang dikumpulkan jelang akhir tahun lalu. Data tersebut menjadi acuan utama dalam penyaluran tenaga kerja ke perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Bontang, khususnya bagi pekerja dari kategori kurang mampu.
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris pun menyemprot Dinas Ketenagakerjaan. Pasalnya OPD tersebut bekerja lamban dalam perampungan proses pendataan. “Lambat sekali kerjanya. Seharusnya target itu selesai akhir tahun. Tapi sampai sejauh ini belum rampung,” kata pejabat yang akrab disapa AH.
Menurutnya proses finalisasi data masih berjalan karena adanya kendala teknis dalam pengintegrasian data pekerja dengan kebutuhan perusahaan. “Data pekerja ini sebenarnya sudah kita rapatkan sejak dua minggu lalu. Tapi setelah dicek di database, masih ada yang belum terkonek. Kita ingin ketika satu data diklik, langsung ketahuan identitas dan skill-nya,” ucapnya.
Menurutnya, Pemkot Bontang memberi prioritas khusus kepada pencari kerja pemegang kartu kuning yang masuk dalam kategori kurang mampu. Kelompok ini akan didorong lebih dahulu untuk mendapatkan akses ke lowongan kerja yang tersedia.
“Yang punya kartu kuning itu kita kategorikan sebagai masyarakat kurang mampu. Nah, ini yang kita dahulukan, yang kita prioritaskan,” tutur dia. Meski demikian, AH menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mencampuri mekanisme rekrutmen perusahaan. Penentuan kelayakan tenaga kerja tetap sepenuhnya diserahkan kepada pihak perusahaan sesuai kebutuhan dan standar mereka.
“Tanpa mengganggu tata cara mereka. Siapa yang diterima, tetap kita serahkan ke perusahaan. Karena semua perusahaan pasti cari yang terbaik, tidak ada yang mau rugi. Skill tetap jadi penilaian utama,” tegasnya.
Baca Juga: Wawali Agus Haris Targetkan Dapur MBG Bontang Lestari Beroperasi Januari Ini
AH juga memastikan skema penyaluran tenaga kerja lokal sudah mulai berjalan. Beberapa perusahaan bahkan telah langsung mengajukan permintaan tenaga kerja melalui instansi terkait.
Ia berharap setelah seluruh data benar-benar terintegrasi, proses penyaluran tenaga kerja lokal di Bontang akan menjadi lebih cepat, transparan, dan tepat sasaran.
“Kalau data ini sudah final dan terkoneksi dengan baik, kita bisa pastikan masyarakat Bontang, terutama yang kurang mampu, punya peluang lebih besar untuk terserap dunia kerja,” pungkasnya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki