Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Angka Stunting di Bontang Terus Menurun, Diskes Targetkan Tembus 12 Persen Tahun Ini

Adhiel kundhara • Selasa, 20 Januari 2026 | 18:43 WIB
TIMBANG SERENTAK: Hasil penimbangan serentak November silam menjadi data angka stunting di Kota Bontang.
TIMBANG SERENTAK: Hasil penimbangan serentak November silam menjadi data angka stunting di Kota Bontang.

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Angka stunting di Bontang terus menunjukkan tren penurunan berdasarkan hasil Operasi Timbang Balita tahun 2025.

Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang menegaskan capaian ini merupakan hasil kerja kolektif lintas sektor, mulai dari pemerintah, kader posyandu, dunia usaha, hingga peran aktif masyarakat.

Kepala Diskes Bontang Bachtiar Mabe mengatakan bahwa berdasarkan data aplikasi e-PPGBM, prevalensi stunting Kota Bontang berhasil ditekan dari 17,44 persen pada Mei 2025 menjadi 15,69 persen pada November 2025.

Penurunan ini setara dengan berkurangnya lebih dari 300 balita stunting yang berhasil keluar dari kategori tersebut. “Ini menunjukkan intervensi yang kita lakukan sudah berada di jalur yang benar. Namun, pekerjaan kita belum selesai karena masih ada kasus stunting baru yang muncul,” kata Bachtiar, Senin (20/1).

Ia menjelaskan, penurunan belum terlalu tajam karena di satu sisi ada balita yang berhasil lulus dari status stunting, namun di sisi lain masih muncul kasus baru. Oleh sebab itu, fokus utama Diskes saat ini adalah mencegah munculnya stunting baru.

Menurut Bachtiar, ada tiga kelompok utama yang harus dijaga secara ketat untuk menekan angka stunting. Pertama, ibu hamil, yang wajib mendapatkan pemeriksaan rutin dan asupan gizi memadai.

Kedua, calon pengantin (catin) agar tidak mengalami anemia sebelum menikah. Ketiga, remaja putri, yang juga rentan anemia dan berpotensi melahirkan anak stunting jika tidak ditangani sejak dini.

“Kalau tiga komponen ini kita jaga bersama, sebenarnya tidak ada yang sulit. Bahkan bukan hanya 12 persen, zero stunting pun sangat mungkin dicapai,” ucapnya.

Berdasarkan data per kelurahan, Diskes mencatat masih adanya wilayah dengan prevalensi stunting di atas 20 persen, seperti Bontang Lestari dan Guntung. Namun, di sisi lain terdapat pula kelurahan dengan angka rendah, bahkan menyentuh 11 persen.

“Artinya, secara agregat kota kita sudah turun, tapi memang masih ada kantong-kantong stunting yang harus kita intervensi lebih kuat,” tutur dia.

Diskes Bontang menargetkan angka stunting kota dapat ditekan hingga 12 persen atau lebih rendah dari rata-rata provinsi pada tahun ini. Target tersebut sejalan dengan arahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang.

“Kuncinya adalah kerja komprehensif dan masif. Semua bergerak sesuai tupoksi, tidak bisa sendiri-sendiri,” terangnya.

Diketahui, Kelurahan lain dengan angka stunting relatif tinggi adalah Tanjung Laut Indah, yang pada Mei mencatat 24,04 persen dan turun signifikan menjadi 19,26 persen pada November. Tanjung Laut juga masih berada di atas rata-rata kota dengan persentase 21,88 persen turun menjadi 19,07 persen.

Sementara itu, kelurahan dengan angka stunting terendah di Kota Bontang tercatat di Kanaan. Pada Mei 2025, prevalensi balita pendek di kelurahan ini sebesar 10,12 persen, dan berhasil ditekan menjadi 8,02 persen pada November. Bontang Kuala juga termasuk wilayah dengan stunting rendah, turun dari 13,7 persen menjadi 11,6 persen.

Kelurahan lain seperti Belimbing, Satimpo, dan Berbas Pantai menunjukkan tren penurunan yang cukup konsisten. Satimpo turun dari 19,64 persen menjadi 16,35 persen, sementara Berbas Pantai menurun dari 19,67 persen menjadi 15,97 persen.

Namun demikian, Diskes mencatat adanya fluktuasi di beberapa wilayah seperti Bontang Baru dan Gunung Elai, yang mengalami sedikit kenaikan persentase stunting. Meski masih dalam batas terkendali, wilayah tersebut akan mendapat perhatian khusus. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#bontang #stunting #Operasi Timbang #dinas kesehatan #menurun #diskes