Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

KONI Bontang Butuh Anggaran Rp 6 Miliar untuk Porprov 2026

Adhiel kundhara • Kamis, 22 Januari 2026 | 13:19 WIB
LEBIH MAKSIMAL: Persiapan kontingen Bontang menatap Porprov 2026 di Paser membutuhkan anggaran untuk keberangkatan, akomodasi, hingga uang saku atlet.
LEBIH MAKSIMAL: Persiapan kontingen Bontang menatap Porprov 2026 di Paser membutuhkan anggaran untuk keberangkatan, akomodasi, hingga uang saku atlet.

KALTIMPOST.ID, BONTANG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bontang memproyeksikan kebutuhan anggaran sekitar Rp 6 hingga Rp 7 miliar untuk mendukung keberangkatan kontingen pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026 di Paser.

Ketua KONI Bontang Jamaludin menyebutkan angka tersebut merupakan hasil perhitungan realistis berdasarkan jumlah atlet, ofisial, serta kebutuhan logistik yang disesuaikan dengan kebijakan efisiensi.

“Pengajuan awal memang sekitar Rp 7 miliar, tapi setelah kita hitung ulang dan disesuaikan dengan kondisi riil, angka Rp 6 miliar itu sudah sangat cukup,” kata Jamaludin.

Anggaran tersebut mencakup seluruh kebutuhan utama kontingen, mulai dari transportasi, akomodasi, konsumsi, uang saku atlet dan ofisial, hingga perlengkapan seperti seragam kontingen. Seluruh pembiayaan keberangkatan direncanakan masuk dalam APBD Perubahan 2026.

“Semua sudah include. Dari baju kontingen, transport, hotel, konsumsi, sampai uang saku atlet dan ofisial,” ucapnya.

Ia menegaskan, anggaran tersebut belum termasuk bonus atlet, yang akan dihitung terpisah berdasarkan perolehan medali dan biasanya dialokasikan pada APBD tahun berikutnya.

“Bonus itu nanti setelah Porprov selesai. Biasanya diumumkan menjelang keberangkatan atau setelah pertandingan, dan realisasinya di tahun berikutnya,” tutur dia.

KONI Bontang juga telah melakukan komunikasi awal dengan DPRD dan pemerintah daerah terkait rencana anggaran ini. Namun hingga kini, anggaran tersebut masih menunggu pembahasan dan persetujuan final.

“Prinsipnya DPRD siap mendukung, tapi tentu kita tunggu finalisasi, termasuk hasil koordinasi dengan panitia Porprov terkait jumlah atlet dan teknis pertandingan,” jelasnya.

Jamaludin menambahkan kebijakan efisiensi anggaran sejalan dengan strategi KONI Bontang yang tidak lagi mengejar jumlah peserta terbanyak, melainkan hasil maksimal dengan komposisi atlet yang benar-benar berpeluang medali.

“Kita tidak mau mengulang pola lama, berangkat banyak tapi hasil kurang optimal. Sekarang kita selektif, realistis, dan terukur,” tegasnya.

Dengan pendekatan tersebut, KONI optimistis anggaran Rp 6 miliar dapat memberikan hasil signifikan bagi prestasi olahraga Bontang di Porprov 2026. “Kalau target kita tercapai dan pembinaan berjalan baik, anggaran ini sangat sepadan dengan hasil yang diraih,” pungkas Jamaludin. (*)

Editor : Duito Susanto
#Koni Bontang #kaltim post #DPRD Bontang #APBD Perubahan 2026 #Porprov Paser