Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kapasitas Air di Bontang Lestari Terancam Defisit, Perumda Tirta Taman Usulkan WTP Baru

Adhiel kundhara • Kamis, 29 Januari 2026 | 19:11 WIB

TAMBAH INFRASTRUKTUR: Perumda Tirta Taman mengusulkan penambahan water treatment planet (WTP) di Bontang Lestari.
TAMBAH INFRASTRUKTUR: Perumda Tirta Taman mengusulkan penambahan water treatment planet (WTP) di Bontang Lestari.
 

BONTANG - Perumda Tirta Taman Bontang mengusulkan pembangunan Water Treatment Plant (WTP) baru dan tambahan sumur air baku di kawasan Bontang Lestari. Langkah ini dinilai mendesak untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan air bersih, terutama di kawasan strategis industri, perkantoran, hingga lembaga pemasyarakatan.

Direktur Utama Perumda Tirta Taman Bontang Suramin mengatakan kapasitas produksi air bersih di Bontang Lestari saat ini sudah berada di batas maksimal. WTP yang ada sebelumnya memiliki kapasitas 30 liter per detik, kemudian ditingkatkan menjadi sekitar 40–42 liter per detik. Namun peningkatan tersebut sudah tidak memungkinkan lagi dilakukan.

“Kapasitas yang ada ini sudah mentok. Sementara kebutuhan air terus meningkat karena kawasan industri di Bontang Lestari sekarang beroperasi 24 jam,” kata Suramin.

Ia menjelaskan, saat ini terdapat tiga sumur aktif di Bontang Lestari. Namun total debit yang dihasilkan tetap terbatas. Potensi air tanah di wilayah tersebut juga dinilai tidak terlalu menjanjikan, sehingga penambahan sumur harus dilakukan secara selektif.

“Totalnya sekarang itu sekitar 40 liter per detik, bukan per sumur. Memang kecil, karena potensi air tanahnya terbatas,” ucapnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, PDAM Bontang mengusulkan pembangunan WTP baru dengan kapasitas 50 liter per detik, serta penambahan satu unit sumur dengan kapasitas sekitar 25 liter per detik. Lokasi pembangunan direncanakan tetap berada di area WTP eksisting agar lebih efisien dari sisi jaringan dan operasional.

“Insyaallah kami usulkan WTP baru. Lokasinya di tempat yang sudah ada, karena dari sisi infrastruktur sudah siap,” tutur dia.

Suramin menekankan keberadaan cadangan air baku sangat penting agar pelayanan air bersih tidak terganggu. Tanpa penambahan kapasitas, PDAM berisiko mengalami penurunan tekanan hingga pengurangan jam layanan di masa mendatang.

“Kalau tidak ada peningkatan, ujung-ujungnya nanti jam layanan yang terganggu. Padahal masyarakat dan industri menuntut pelayanan 24 jam,” terangnya.

Ia juga menyinggung bahwa penyediaan sumber air baku pada prinsipnya merupakan tanggung jawab pemerintah daerah, bukan semata-mata PDAM. Saat ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur masih memfokuskan programnya pada pembangunan bendung Sungai Bontang.

“Pemprov fokus ke bendungan Sungai Bontang. Untuk Bontang sendiri, kami harap bisa diakomodir lewat APBD,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
#sumur #wtp #air baku #Water Treatment Plant #Perumda Tirta Taman Bontang