KALTIMPOST.ID, BONTANG- Proses lelang penambahan fasilitas di Lapangan HOP 1 dapat rampung pada bulan depan. Penambahan fasilitas ini menjadi bagian dari komitmen pemkot dalam meningkatkan kualitas sarana olahraga dan ruang terbuka publik bagi masyarakat.
Kabid Tata Ruang dan Tata Kota Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang Robysai Manassa Mallisa mengatakan seluruh dokumen perencanaan telah memasuki tahap akhir. Saat ini, pihaknya fokus pada penyempurnaan administrasi sebelum proses lelang resmi diumumkan.
“Untuk penambahan fasilitas di Lapangan HOP 1, saat ini kami sudah berada di tahapan persiapan lelang. Target kami, proses lelang bisa selesai bulan depan,” kata Robysai.
Ia menjelaskan kegiatan pembangunan lanjutan tersebut tetap berada di bawah kewenangan Dinas PUPRK Bontang dengan dukungan anggaran yang cukup besar. Pemkot Bontang telah mengalokasikan dana sekitar Rp17 miliar untuk merealisasikan proyek tersebut.
“Akhir tahun kami target penambahan fasilitas ini bisa rampung,” ucapnya.
Adapun fasilitas yang akan dibangun meliputi lapangan voli, playground atau area bermain anak, area parkir, serta fasilitas toilet umum. Seluruh fasilitas tersebut dirancang untuk melengkapi keberadaan lapangan minisoccer yang telah lebih dulu dibangun di kawasan Lapangan HOP 1.
Jika mengacu pada hasil perencanaan, lapangan voli dan playground akan dibangun di lahan kosong yang berada di antara lapangan minisoccer dan jalan utama di depan tiga gedung kawasan tersebut. Lokasi ini dinilai strategis dan mudah diakses oleh masyarakat.
Robysai juga menuturkan terdapat penyesuaian dalam rencana pembangunan dibandingkan desain awal. Rencana pembangunan lapangan basket akhirnya dibatalkan dan digantikan dengan playground.
“Lapangan basket diganti menjadi playground. Penyesuaian ini dilakukan berdasarkan evaluasi kebutuhan di lapangan, di mana ruang bermain anak masih sangat dibutuhkan,” tutur dia.
Perubahan tersebut berdampak pada perlunya review Detail Engineering Design (DED). Meski demikian, Robysai memastikan revisi tersebut tidak menghambat target pelaksanaan lelang.
“Review DED sudah kami lakukan. Tidak ada kendala berarti, sehingga lelang tetap bisa berjalan sesuai target,” terangnya.
Sementara itu, untuk lapangan minisoccer, lapangan akan memasuki masa pemeliharaan selama satu tahun. Diketahui, pembangunan lapangan mini soccer sebelumnya menelan Rp10,9 miliar. Pengerjaan ini dilakukan tahun lalu oleh PT Samudra Prima Mandiri yang beralamat di Jalan Pattimura, Kelurahan Api-Api. (*)
Editor : Ismet Rifani