Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Rehab SMP di Bontang Diprioritaskan pada Fasilitas Toilet dan Sarana Mendesak, Anggaran Rp398 Juta per Sekolah

Adhiel kundhara • Jumat, 6 Februari 2026 | 16:56 WIB
DIANGGARKAN: Rehab sarana toilet di tiap sekolah telah masuk prioritas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bontang.
DIANGGARKAN: Rehab sarana toilet di tiap sekolah telah masuk prioritas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bontang.

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang memprioritaskan perbaikan fasilitas toilet serta sarana mendesak lainnya dalam program rehabilitasi sejumlah sekolah menengah pertama (SMP) tahun ini.

Sedikitnya tujuh SMP negeri menjadi sasaran program tersebut dengan alokasi anggaran Rp398 juta. Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Bontang Nuryadi mengatakan rehabilitasi tidak hanya berfokus pada pembangunan toilet, tetapi juga menyesuaikan kebutuhan mendesak di masing-masing sekolah.

“Semua SMP yang masuk program rehab, yakni SMP 1, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9, mendapatkan alokasi anggaran kurang lebih Rp398 juta per sekolah. Namun, arahannya memang toilet menjadi prioritas utama,” kata Nuryadi saat diwawancarai, Jumat (6/2/2026).

Ia menjelaskan prioritas perbaikan toilet didasarkan pada kondisi fasilitas sanitasi di sejumlah sekolah yang dinilai sudah membutuhkan perhatian serius. Meski demikian, penggunaan anggaran tidak hanya difokuskan pada satu jenis pembangunan saja.

“Bukan berarti Rp400 juta itu untuk toilet semua. Tidak. Ketika toilet sudah tersentuh perbaikan, maka anggaran sisanya bisa digunakan untuk kebutuhan lain yang mendesak di sekolah tersebut,” ucapnya.

Menurutnya, kebutuhan setiap sekolah berbeda-beda. Oleh karena itu, penentuan item rehabilitasi dilakukan melalui koordinasi dengan konsultan perencana yang akan meninjau langsung kondisi di lapangan.

“Setelah toilet diprioritaskan, kami melihat lagi kondisi sekolah secara umum. Apa saja yang perlu direhab, apakah ruang kelas, atap, plafon, atau sarana lainnya. Itu yang kemudian dikoordinasikan dengan konsultan perencana,” tutur dia.

Ia menambahkan pendekatan yang digunakan bersifat umum dan fleksibel. Artinya, setiap sekolah bisa mengusulkan kebutuhan perbaikan sesuai kondisi riil di lapangan, selama masih dalam koridor anggaran yang telah ditetapkan.

“Intinya rehab itu melihat kondisi di sekolah. Apa yang paling dibutuhkan dan mendesak, itu yang kita prioritaskan untuk dikerjakan lebih dulu,” terangnya.

Program rehabilitasi ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan dan keamanan lingkungan belajar bagi siswa maupun tenaga pendidik. Selain itu, perbaikan fasilitas sanitasi dinilai penting untuk mendukung kesehatan dan kebersihan di lingkungan sekolah.

Mengacu laman sistem informasi rencana umum pengadaan (SIRUP), pengadaan menggunakan skema e-katalog. Proses mulai berlangsung pada bulan depan. Dalam nomenklaur tersebut berjudul rehabilitasi sarpras sekolah.

Jika diakumulasi anggaran yang digelontorkan mencapai Rp2.791.075.000. Dua sekolah yang tidak muncul dalam Sirup yakni SMP 2 dan SMP 3. Namun untuk SMP 3 terdapat mata anggaran untuk pemasangan paving block senilai Rp201.184.000. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#bontang #smp #rehabilitasi #Perbaikan #toilet #disdikbud