BONTANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang mengalokasikan anggaran sebesar Rp 695.505.024 untuk penyediaan transportasi laut bagi guru dan pelajar di wilayah pesisir pada tahun anggaran 2026.
Anggaran tersebut digunakan untuk menyewa empat unit kapal ketinting yang akan beroperasi sepanjang tahun guna menunjang aktivitas pendidikan di daerah kepulauan. Program ini menyasar sekolah-sekolah yang berada di wilayah pesisir dan pulau, seperti Pulau Gusung, Tihi-Tihi, Malahing, dan Selangan.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan kebijakan penyewaan kapal dipilih sebagai solusi efisien untuk memastikan mobilitas tenaga pendidik tetap lancar. Tanpa harus membebani pemerintah daerah dengan biaya operasional tambahan.
Menurutnya, dengan sistem sewa, pemerintah tidak perlu mengeluarkan anggaran untuk perawatan, bahan bakar, maupun biaya operasional harian. Kapal-kapal tersebut juga disewa dari warga sekitar sehingga sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat pesisir.
“Ada empat kapal yang kami sewa khusus untuk mengangkut guru. Kapal ini juga bisa dimanfaatkan siswa jika ada kegiatan tertentu di sekolah,” kata Safa.
Setiap hari, kapal ketinting tersebut akan beroperasi mengantar dan menjemput guru yang mengajar di wilayah pesisir. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kehadiran tenaga pendidik serta mendukung kelancaran proses belajar mengajar di daerah terpencil.
Penyediaan transportasi laut ini juga merupakan bagian dari program prioritas Pemkot Bontang dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan, khususnya di kawasan pesisir dan kepulauan. Pemerintah daerah ingin memastikan para guru mendapatkan fasilitas yang memadai saat menjalankan tugas.
Abdu Safa menegaskan, keselamatan penumpang dan kelayakan kapal menjadi perhatian utama. Pemerintah memastikan kapal yang disewa memenuhi standar keamanan sehingga guru dan pelajar dapat melakukan perjalanan dengan aman.
Ia berharap fasilitas transportasi laut tersebut dapat memberikan manfaat besar bagi dunia pendidikan di pesisir. Terlebih para guru harus menempuh perjalanan laut setiap hari untuk mengajar, bahkan dalam kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Keamanan kapal dan penumpang menjadi prioritas. Fasilitas ini sudah kami siapkan, semoga bisa membantu dan bermanfaat bagi guru maupun siswa di wilayah pesisir,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan