BONTANG- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) terus berupaya untuk menyelesaikan permasalahan banjir di Kota Bontang. Selama bentuknya masih menyasar jangka pendek yakni penurapan sungai.
Kepala Dinas PUPRK Bontang Much Cholis Edi Prabowo mengatakan hingga 2025 total panjang sungai Bontang yang telah diturap mencapai 14.163 meter. Dari total panjang yakni 28.630 meter.
“Artinya baru 49,47 persen DAS Bontang yang diturap,” kata pejabat yang akrab disapa Bowo ini.
Terkait dengan tahun ini, Pemkot Bontang masih memprogramkan terkait penurapan sungai. Akan tetapi, ia menyebut jumlahnya tidak terlalu banyak. Mengingat keterbatasan keuangan daerah. Bowo pun tidak bisa menyebutkan berapa peningkatan yang nantinya tercapai.
“Khusus penanganan banjir anggaran yang digelontorkan tahun ini mencapai Rp332 miliar. Itu dari APBD Bontang dan Bankeu Pemprov Kaltim,” ucapnya.
Namun angka tersebut nantinya juga menyasar rencana penanganan banjir jangka menengah. Mulai dari revitalisasi Waduk Kanaan senilai Rp50 miliar. Kemudian pembangunan tahap awal Polder Tanjung Laut yang konon dikucur Rp10 miliar.
Diketahui beberapa program penanganan banjir yang akan terlaksana tahun ini yakni pembangunan jalan inspeksi Sungai Bontang di Jalan Simon Tampubolon dan Sungai Dahlia senilai Rp32 miliar
.
Sementara pembangunan bangunan perkiraan pantai di Kelurahan Loktuan dan tanggul Sungai Bontang di Kelurahan Api-Api juga mendapatkan perhatian. Masing-masing digelontorkan Rp 14,8 miliar.
Belum lagi pembangunan tanggul sungai di Bontang Kuala dengan nilai Rp 4,9 miliar, normalisasi sungai dan saluran drainase Rp 3,2 miliar, pembangunan rumah pompa banjir Rp 261 juta, dan tanggul sungai di RT 3 Kanaan Rp 191 juta.
“Anggaran itu tersebar di Dinas PUPRK, Perkimtan, dan Kecamatan,” tutur dia.
Di sisi lain untuk DAS Guntung yang sudah diturap yakni 2,6 kilometer. Dari total panjang sungai yaitu 17,6 kilometer. (*)
Editor : Ismet Rifani