Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Lanjutan Proyek di Kampung Gotong Royong Bontang Digelontor Rp3 M

Adhiel kundhara • Rabu, 4 Maret 2026 | 17:05 WIB

DIPERMULUS: Akses di Kampung Gotong Royong menjadi perhatian Pemkot Bontang dalam beberapa tahun belakangan ini. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP
DIPERMULUS: Akses di Kampung Gotong Royong menjadi perhatian Pemkot Bontang dalam beberapa tahun belakangan ini. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP

BONTANG- Program peningkatan jalan di kawasan Kampung Gotong Royong akan dilanjutkan di tahun ini. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang menyiapkan pekerjaan turap, box culvert, drainase hingga pengecoran jalan sepanjang kurang lebih 300 meter.

Kabid Bina Marga PUPRK Bontang, Anwar Nurdin, menyebutkan bahwa kondisi topografi menjadi tantangan utama di lokasi tersebut. “Ada perbedaan elevasi cukup tinggi antara rumah warga dan badan jalan, sekitar 3 sampai 4 meter. Jadi mau tidak mau kita turap dulu sebelum pengecoran,” kata Anwar.

Menurut Anwar, tanpa pembangunan turap penahan tanah, risiko longsor dapat mengancam rumah warga. Karena itu, pekerjaan akan diawali dengan penanganan struktur penahan, baru dilanjutkan pengecoran badan jalan.

Selain turap, di titik terendah kawasan tersebut juga akan dibangun box culvert untuk mengatasi aliran air. Drainase menjadi bagian penting agar air tidak menggerus badan jalan yang baru dicor.

“Pekerjaannya meliputi turap, pasangan batu, drainase, box culvert dan pengecoran jalan. Panjangnya kira-kira 300 meter, tapi nanti pastinya menyesuaikan volume anggaran,” ucapnya.

Titik pengerjaan nantinya bukan menyasar ruas jalan baru. Melainkan berada di batas pengecoran pada 2023 lalu. Namun demikian untuk pengecoran tidak mencapai ujung yang berdekatan dengan kawasan perusahaan.

“Ini masih bertahap. Masih panjang. Tentunya harus menyesuaikan kondisi keuangan daerah,” tutur dia.

Kali ini, Pemkot Bontang menggelontorkan anggaran senilai Rp3 miliar. Angka ini sejatinya masih kurang dibandingkan kebutuhan perencanaan awal yakni Rp7 miliar.

Anwar menerangkan penentuan panjang akhir proyek sangat bergantung pada hasil perhitungan detail engineering design (DED) dan nilai kontrak final. Prinsipnya, output panjang tetap ditargetkan optimal sesuai pagu.

Program ini ditargetkan mulai Maret bersamaan dengan beberapa proyek infrastruktur lainnya. Ia berharap proses administrasi berjalan lancar agar tidak terjadi keterlambatan seperti proyek sebelumnya.

“Kalau sesuai jadwal, Maret sudah mulai bergerak. Kita upayakan administrasi dan pemilihan penyedia tidak molor,” terangnya.

Diketahui pembangunan jalan di Kampung Gotorng Royong pada 2023 dikucur Rp870 juta. Setahun berikutnya Pemkot kembali menganggarkan Rp2 miliar untuk pembuatan badan jalan alternatif. Seiring dengan rencana ke depan akses eksisting untuk perluasan kawasan RSUD Taman Husada.

Tahun lalu, Pemkot kembali menyasar pengerjaan semenisasi dengan pagu anggaran Rp13 miliar. (*)

Editor : Ismet Rifani
#Kampung Gotong Royong #Anwar Nurdin #Dinas PUPRK Bontang