BONTANG- SMPN 1 Bontang mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026. Persiapan tersebut dilakukan sejak awal tahun dengan membentuk tim khusus hingga memberikan latihan soal kepada siswa agar terbiasa dengan pola ujian.
Kepala SMPN 1 Bontang, Riyanto, mengatakan sekolah telah melakukan sejumlah langkah strategis agar pelaksanaan TKA berjalan lancar.
“Sejak Januari kami sudah membentuk tim untuk pelaksanaan kegiatan TKA 2026. Mulai dari operator, teknisi, sampai panitia pelaksanaan semuanya sudah kami siapkan,” kata Riyanto.
Selain membentuk tim, pihak sekolah juga melakukan sosialisasi kepada orang tua siswa. Langkah ini dilakukan agar orang tua memahami sistem pelaksanaan TKA yang akan diikuti para siswa.
“Pada Januari juga kami sudah memanggil orang tua siswa untuk sosialisasi terkait pelaksanaan TKA,” ucapnya.
Dalam hal persiapan akademik, sekolah tidak menggelar try out seperti ujian pada umumnya. Sebagai gantinya, guru memberikan latihan soal kepada siswa menggunakan contoh soal yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Latihan tersebut diberikan secara bertahap agar siswa lebih familiar dengan bentuk soal TKA.
“Kami memberikan drill soal kepada anak-anak dari contoh-contoh soal yang sudah disediakan melalui link yang dibagikan Disdikbud. Tujuannya supaya anak terbiasa dan tidak kaget saat ujian nanti,” tutur dia.
Selain latihan soal, siswa juga mengikuti simulasi pelaksanaan TKA. Simulasi pertama telah dilakukan pada Februari dan lebih difokuskan pada kesiapan operator serta teknisi sekolah.
Sementara gladi bersih yang berlangsung saat ini menjadi simulasi kedua yang melibatkan langsung para siswa.
“Kalau simulasi pertama kemarin untuk operator dan teknisi. Nah yang kedua ini untuk siswa, supaya mereka mencoba langsung sistemnya,” terang Riyanto.
Dalam pelaksanaan TKA 2026, terdapat dua mata pelajaran yang akan diujikan untuk jenjang SMP, yaitu Matematika dan Bahasa Indonesia. Setiap siswa akan mengikuti ujian selama dua hari.
Karena jumlah peserta cukup banyak, SMPN 1 Bontang menerapkan sistem gelombang dalam pelaksanaan ujian.
“Jumlah siswa kami cukup besar, jadi kami menggunakan dua gelombang,” sebutnya.
Gelombang pertama dijadwalkan berlangsung pada 6–7 April 2026, sementara gelombang kedua pada 8–9 April 2026.
Setiap gelombang menggunakan tiga ruang ujian dengan tiga sesi per hari. Setiap ruang diisi sekitar 25 siswa dengan perangkat komputer yang tersedia di laboratorium sekolah.
Dengan sistem tersebut, sekolah menyiapkan sekitar 75 perangkat komputer untuk mendukung pelaksanaan TKA.
Riyanto berharap para siswa dapat memperoleh hasil yang maksimal dalam ujian tersebut. Apalagi hasil TKA nantinya akan digunakan sebagai salah satu syarat masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi melalui jalur prestasi.
“Harapan kami anak-anak bisa mendapatkan hasil yang sangat baik dan memuaskan,” ungkapnya.
Selain itu, ia menambahkan hasil TKA juga akan berdampak pada rapor pendidikan sekolah.
“Kalau hasil TKA bagus, tentu diharapkan rapor pendidikan sekolah juga ikut bagus,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani