KALTIMPOST.ID, BONTANG - Langkah antisipasi guna memastikan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) SD dan SMP tahun 2026 dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjalin koordinasi dengan penyedia layanan listrik dan jaringan internet.
Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparuddin, mengatakan pihaknya bakal melakukan komunikasi awal dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya pemadaman listrik saat pelaksanaan ujian.
“Nanti kalau sudah mendekati pelaksanaan juga kita akan menyurati lagi,” kata Saparuddin. Selain PLN, Disdikbud Bontang juga akan berkoordinasi dengan Telkom guna memastikan jaringan internet tetap stabil selama ujian berlangsung.
Hal ini penting karena TKA dilaksanakan menggunakan sistem berbasis komputer yang sangat bergantung pada jaringan internet. “Nanti kita juga menyurati Telkom terkait jaringan supaya lancar selama TKA berlangsung,” ucapnya.
Meski demikian, untuk kesiapan teknis di tingkat sekolah, Disdikbud menyerahkan pengaturannya kepada masing-masing satuan pendidikan.
Menurutnya, hal-hal seperti penyediaan generator set (genset) atau perangkat cadangan merupakan bagian dari kesiapan teknis sekolah. “Kalau yang teknis seperti itu langsung ke sekolah saja,” tutur dia.
Disdikbud sendiri lebih fokus pada koordinasi dan memastikan seluruh kebijakan pusat dapat dijalankan di daerah. Saparuddin berharap pelaksanaan TKA tahun ini dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti. Ia juga menaruh harapan besar agar hasil yang diperoleh siswa Bontang bisa memuaskan.
“Kalau kita tentu berharap nilainya bagus. Tapi yang bekerja kan siswa,” terangnya. Ia menambahkan, pihak dinas hanya dapat memberikan dukungan melalui pembinaan dan fasilitasi kepada sekolah.
Sementara proses pembelajaran serta kesiapan menghadapi ujian sepenuhnya berada di tangan siswa dan guru di sekolah masing-masing. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo