KALTIMPOST.ID-Sebuah bangunan panggung yang berada di belakang lapangan futsal Kelurahan Guntung, Bontang, terbakar pada Kamis (12/3) sore.
Peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa, namun satu bangunan dan dua mobil dilaporkan ikut terbakar.
Lurah Guntung Denny Febrian mengatakan dirinya pertama kali menerima informasi kebakaran sekitar pukul 16.45 Wita.
Saat itu warga melaporkan adanya api yang membesar dari bangunan panggung yang berada di kawasan tersebut.
“Sekitar pukul 16.45 saya dapat telepon terkait kejadian itu,” kata Denny saat dikonfirmasi Kaltim Post.
Ia menjelaskan, bangunan yang terbakar bukan merupakan rumah warga. Melainkan panggung lama yang juga difungsikan sebagai sekretariat bersama sejumlah organisasi masyarakat di Kelurahan Guntung.
“Bangunan itu bukan rumah warga. Itu panggung yang juga dipakai sebagai sekretariat bersama,” ucapnya.
Di dalam bangunan tersebut terdapat beberapa fasilitas milik organisasi masyarakat, seperti perlengkapan sekretariat dan alat komunikasi.
Bangunan tersebut diketahui digunakan oleh Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM), Karang Taruna, serta RKB.
“Di dalamnya ada barang-barang sekretariat, alat komunikasi, dan perlengkapan lainnya,” tutur dia.
Selain bangunan, satu mobil yang berada di sekitar lokasi juga ikut terdampak. Kendaraan tersebut diketahui terparkir tidak jauh dari lokasi kebakaran.
Denny mengatakan, pihak kelurahan akan melakukan analisis terhadap dampak kejadian tersebut serta melakukan evaluasi terkait pencegahan bencana di wilayahnya.
“Tentunya kami akan melakukan analisis terhadap yang terdampak dengan adanya musibah ini. Evaluasi juga akan dilakukan terkait pencegahan dan penanganan bencana ke depan,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bontang Amiluddin mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 17.00 Wita.
Setelah menerima laporan, petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman.
“Laporan masuk sekitar pukul 17.00 Wita dan petugas langsung menuju lokasi,” sebut Amiluddin.
Api berhasil dipadamkan setelah petugas melakukan proses pemadaman yang dilanjutkan dengan pendinginan di lokasi.
Proses pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak ada sisa api yang dapat memicu kebakaran kembali.
“Kami lakukan pemadaman kemudian dilanjutkan pendinginan di lokasi selama kurang lebih 45 menit,” jelasnya.
Ia menyebutkan, bangunan yang terbakar memang merupakan panggung adat lama yang sudah tidak lagi digunakan secara aktif.
“Bangunan tersebut merupakan panggung adat lama yang sudah tidak digunakan,” ujarnya.
Dalam peristiwa tersebut, dua mobil yang berada di sekitar lokasi juga ikut terdampak. Salah satu mobil bahkan sempat meledak saat kebakaran terjadi, sementara satu mobil lainnya mengalami kerusakan karena posisinya berada paling dekat dengan bangunan.
“Dua mobil terdampak. Satu mobil yang terparkir sempat meledak dan satu lagi mengalami kerusakan karena posisinya paling dekat dengan bangunan,” ungkapnya.
Terkait penyebab kebakaran, hingga kini masih dalam penyelidikan. Namun berdasarkan informasi sementara yang dihimpun di lapangan, kebakaran diduga bermula dari aktivitas anak-anak yang bermain api di sekitar bangunan tersebut.
“Indikasi awal dari informasi yang kami terima, ada anak-anak yang bermain di panggung itu dan melakukan aktivitas bakar-bakar,” katanya.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas memastikan kondisi lokasi sudah aman sebelum meninggalkan tempat kejadian.
“Kami pastikan tidak ada sisa api yang berpotensi menimbulkan kebakaran kembali,” pungkasnya. (rd)
Editor : Romdani.