KALTIMPOST.ID, BONTANG – Fasilitas publik tak luput dari radar Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga pangan jelang Idulfitri di Pasar Telihan dan Pasar Taman Citra Mas Loktuan, Selasa (17/3), Neni justru dibuat geleng-geleng kepala melihat kondisi fasilitas sanitasi.
Fokus orang nomor satu di Bontang itu tertuju pada "kerusakan berjamaah" fasilitas toilet. Di Pasar Telihan, ia mendapati sejumlah unit WC yang tak lagi layak pakai akibat saluran tersumbat. Tak mau membiarkan kenyamanan pedagang dan pengunjung terganggu, Neni langsung memasang target tinggi.
"Tahun ini kami rencanakan perbaikan sekitar 12 unit WC. Ini prioritas agar fasilitas pasar kembali optimal," tegas Neni yang didampingi Wakil Wali Kota Agus Haris.
Neni menjelaskan, langkah yang diambil tidak melulu membangun gedung baru, melainkan revitalisasi menyeluruh. Evaluasi teknis segera dilakukan untuk memetakan mana yang perlu perbaikan ringan dan mana yang harus dirombak total. Meski aliran air bersih diklaim sudah lancar, manajemen distribusinya diakui masih perlu dipoles.
Namun, pemandangan lebih mengejutkan tersaji di Pasar Taman Citra Mas Loktuan. Di sana, Neni mendapati genangan air di lantai toilet akibat saluran pembuangan yang mampet total. Saat meninjau lebih dekat ke saluran drainase besar, ia menemukan penyebab yang tak lazim: sebuah buah kelapa tersangkut di dalam pipa pembuangan.
"Bagaimana mungkin kelapa ini bisa masuk ke sini? Kalau tidak segera diangkat, sumbatannya akan makin parah. Segera bereskan!" perintahnya ketus kepada petugas pasar di lokasi.
Neni pun mengingatkan bahwa kebersihan pasar adalah tanggung jawab bersama. Ia meminta pedagang dan pengunjung tidak lagi menjadikan saluran air sebagai tempat sampah "tersembunyi".
"Jangan buang sampah sembarangan. Hal-hal sepele seperti ini yang bikin fasilitas cepat rusak dan mampet," pesannya. Meski beberapa proyek fisik baru bisa dieksekusi tahun depan, Neni meminta pemeliharaan harian tidak boleh kendur. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo