Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Rencana Destinasi Kuliner “Ngopi Pinggir Kali” Gunung Elai Usung Konsep Unik, Bakal Hadirkan Event Nusantara

Adhiel kundhara • Minggu, 29 Maret 2026 | 18:02 WIB

SPOT MENARIK: Kelurahan Gunung Elai akan melaksanakan wisata kuliner bertajuk “Ngopi Pinggir Kali” yang ditargetkan mulai April ini di samping Gedung PMI Bontang.
SPOT MENARIK: Kelurahan Gunung Elai akan melaksanakan wisata kuliner bertajuk “Ngopi Pinggir Kali” yang ditargetkan mulai April ini di samping Gedung PMI Bontang.

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Inovasi kuliner berbasis masyarakat kembali hadir di Bontang. Kelurahan Gunung Elai tengah menyiapkan kawasan “Ngopi Pinggir Kali (sungai)” sebagai ruang ekonomi baru bagi pelaku UMKM, dengan konsep santai di tepi sungai.

Lurah Gunung Elai, Sulistyo, mengatakan konsep utama yang diusung adalah warung kopi dan jajanan ringan yang beroperasi di sore hingga malam hari. “Konsepnya lebih ke ngopi-ngopi santai, snack ringan. Beda dengan kawasan lain yang dominan makanan berat,” kata Sulistyo.

Namun, untuk menarik minat pengunjung, pihak kelurahan juga akan menghadirkan event kuliner Nusantara secara berkala. Kegiatan ini direncanakan berlangsung setiap bulan dengan tema berbeda.

“Sebulan sekali kita buat event. Misalnya bulan ini makanan khas Sulawesi, bulan berikutnya Jogja, dan seterusnya,” ucapnya.

Program ini tidak hanya menjadi tempat usaha, tetapi juga sarana promosi budaya kuliner dari berbagai daerah di Indonesia. Para pelaku UMKM nantinya akan dilibatkan langsung dalam penyusunan konsep event tersebut.

Dari sisi infrastruktur, kawasan ini telah mengalami penataan, termasuk penutupan parit menggunakan konstruksi cor beton serta pelebaran akses jalan hingga sekitar 8 meter. Selain itu, penerangan jalan juga telah dipasang oleh dinas terkait.

“Sekarang sudah lebih rapi dan terang. Itu yang membuat kita optimis bisa segera diaktifkan,” tutur dia. Sistem operasional akan diatur bersama LKK, termasuk pengelolaan listrik yang menjadi tanggung jawab bersama para pedagang. Dua opsi tengah dibahas, yakni sistem iuran bulanan atau patungan harian.

Menariknya, tidak ada pungutan retribusi bagi pelaku usaha yang ingin berjualan di kawasan tersebut. Hal ini diharapkan mampu menarik minat masyarakat untuk berpartisipasi. “Kami akan adakan pertemuan dengan LKK untuk membahas konsep secara matang. Target kami April sudah bisa jalan,” terangnya.

Rencana pembukaan kawasan ini mendapat respons positif. Bahkan, menurut Sulistyo, minat dari pelaku UMKM sudah cukup tinggi meski belum resmi dibuka. “Sudah banyak yang tanya dan mau ikut jualan, bahkan dari luar wilayah juga,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#bontang #ngopi pinggir kali #destinasi kuliner #Event Nusantara #ngopi pinggir sungai